BORNEONEWS, Palangka Raya – Produksi batu bara di Kalimantan Tengah mengalami penurunan cukup dalam pada triwulan III 2026. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, produksi komoditas tambang tersebut turun 50,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga mengatakan, penurunan produksi batu bara tersebut sejalan dengan melemahnya aktivitas ekspor komoditas tersebut.

"Volume ekspor batu bara juga turun 47,84 persen secara year on year," ujarnya saat menyampaikan Berita Resmi Statistik terkait Perekonomian Kalteng Triwulan III tahun 2026 pada Kamis, 5 November 2026.

Menurut Toto, salah satu faktor yang memengaruhi penurunan produksi adalah pemangkasan kuota produksi batu bara pada awal 2026.

Kebijakan tersebut berkaitan dengan pengalihan produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pertambangan, khususnya batu bara, menghadapi tekanan di tengah dinamika perekonomian Kalteng pada triwulan III 2026," katanya.

Penurunan produksi dan ekspor batu bara tersebut menjadi salah satu catatan penting BPS dalam melihat perkembangan aktivitas ekonomi daerah.

"Di sisi lain, sejumlah sektor lain justru menunjukkan perkembangan positif, seperti pertanian, perkebunan, energi, dan konstruksi," tuturnya.(TESTI PRISCILLA)