BORNEONEWS, Palangka Raya – Aktivitas angkutan udara di Kalimantan Tengah mengalami tekanan pada triwulan III 2026. Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla terlihat dari penurunan jumlah penumpang yang berangkat maupun barang yang diangkut melalui angkutan udara.

Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga mengungkapkan, jumlah penumpang dan barang yang diangkut melalui angkutan udara turun 22,60 persen secara tahunan atau year on year.

"Jelas terlihat bahwa dampak kabut asap di triwulan tiga ini. Kontribusi direkt transportasi, khususnya angkutan udara, turun sebesar 5,38 persen," ujarnya dalam penyampaian Berita Resmi Statistik terkait Perekonomian Kalteng Triwulan III tahun 2026 pada Kamis, 5 November 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana kabut asap turut memengaruhi aktivitas transportasi di daerah.

Gangguan terhadap penerbangan tidak hanya berdampak pada mobilitas penumpang, tetapi juga berpotensi memengaruhi distribusi barang melalui jalur udara.

"Sementara itu, dari sektor transportasi laut, jumlah penumpang justru mengalami peningkatan 8,98 persen," katanya lagi.

Namun, muatan barang melalui angkutan laut tercatat turun 13,40 persen.

Perbedaan perkembangan tersebut menunjukkan aktivitas transportasi Kalteng pada triwulan III 2026 mengalami dinamika yang tidak seragam, dengan angkutan udara menghadapi tekanan lebih besar di tengah kondisi kabut asap. (TESTI PRISCILLA/j)