BORNEONEWS, Palangka Raya - Operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya mulai berjalan normal setelah sebelumnya sempat terganggu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Humas Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Andi Wiguna, mengatakan seluruh penerbangan pada Senin, 2 November 2026, terlaksana tanpa pembatalan.

"Senin 2 November 2026 total keberangkatan 10 penerbangan dan total kedatangan 12 penerbangan," kata Andi Wiguna di Palangka Raya, Selasa, 3 November 2026.

Dia menyampaikan, meskipun pada pagi hari terjadi penurunan jarak pandang akibat kabut asap, kondisi tersebut tidak sampai menyebabkan pembatalan penerbangan.

Berdasarkan pemantauan, jarak pandang terendah tercatat 50 meter pada pukul 05.00 WIB, kemudian membaik menjadi 3.000 meter pada pukul 07.00 WIB dan mencapai 9.999 meter pada pukul 16.00 WIB.

Satu penerbangan Garuda Indonesia GA 551 rute Palangka Raya-Jakarta sempat menunggu perbaikan kondisi cuaca dan jarak pandang sebelum diberangkatkan.

Andi menjelaskan, operasional keberangkatan dan kedatangan tersebut mencatat masing-masing 1.119 dan 1.257 pergerakan penumpang dengan tujuan Jakarta, Surabaya, Semarang dan sejumlah rute lainnya.

"Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan," tuturnya. (HERMAWAN DP/y)