BORNEONEWS, Sampit - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 01 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih membutuhkan tenaga kesehatan dan tambahan guru untuk menunjang pelayanan serta kegiatan pendidikan siswa. Kebutuhan tersebut mencakup dokter, perawat, wali asuh, hingga tenaga pendidik untuk sejumlah mata pelajaran di jenjang SD, SMP, dan SMA.
"Kami masih membutuhkan dukungan tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat. Keberadaan tenaga medis sangat penting untuk mendukung pelayanan kesehatan dan keselamatan siswa yang tinggal di asrama selama 24 jam," kata Kepala SRT 01 Kotim, Nikkon Bhastari, Selasa, 3 November 2026.
Hal itu juga telah ia sampaikan saat kunjungan anggota DPR RI Iwan Kurniawan ke Sekolah Rakyat beberapa waktu lalu. Saat iti ia juga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang perlu dipenuhi agar kegiatan pendidikan dan pengasuhan siswa berjalan optimal.
Selain tenaga kesehatan, sekolah masih membutuhkan tambahan wali asuh. Nikkon menjelaskan, jumlah tenaga wali asrama saat ini sudah terpenuhi. Namun, kebutuhan wali asuh yang bertugas mendampingi perkembangan dan keseharian siswa masih belum mencukupi.
Kebutuhan tenaga pendidik juga menjadi perhatian. Saat ini, proses perekrutan guru agama masih berlangsung. SRT 01 Kotim juga membutuhkan guru seni budaya untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Selanjutnya, sekolah masih memerlukan guru IPA dan IPS untuk jenjang SMP. Tambahan guru olahraga juga dibutuhkan untuk jenjang SD dan SMP agar pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing tingkat pendidikan.
Nikkon mengatakan, kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga pendukung tersebut mendapat perhatian dalam pemenuhan sumber daya manusia di Sekolah Rakyat. Ia berharap, proses perekrutan melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang berlangsung dalam beberapa periode setiap tahun diharapkan dapat menjadi peluang untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Di sisi lain, pihak sekolah berharap jangkauan penerimaan siswa Sekolah Rakyat dapat diperluas. Nikkon menyebut masih terdapat anak-anak dari keluarga yang memenuhi kriteria desil kesejahteraan, tetapi belum memperoleh kesempatan untuk bersekolah di SRT 01 Kotim.
"Untuk murid-murid, kalau bisa lebih diperhatikan lagi karena banyak para murid-murid ataupun warga kita yang seharusnya masuk desil ingin sekolah, masih belum berkesempatan sekolah di Sekolah Rakyat. Semoga Sekolah Rakyat bisa memfasilitasi murid-murid yang belum terjangkau," pungkas Nikkon. (DEWI PATMALASARI/j)









