BORNEONEWS, Palangka Raya – Dr Rawing Rambang resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Kristen Palangka Raya atau UKPR pada Selasa, 3 November 2026. Mengawali kepemimpinan baru, Rawing menegaskan komitmennya memperkuat kualitas pendidikan, riset, inovasi, dan kerja sama, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi.

Rawing dilantik oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Eka Sinta-GKE atau YPTKES-GKE, Agustin Teras Narang, dalam prosesi yang berlangsung di Gedung Christian Center Palangka Raya.

Dalam sambutannya, Rawing menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin UKPR. Ia menegaskan, jabatan rektor bukan sekadar kedudukan, melainkan tanggung jawab dan bentuk pengabdian yang harus dijalankan dengan integritas, keterbukaan, profesionalisme, serta semangat kerja sama.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik. Lebih dari itu, universitas harus mampu membentuk manusia berkarakter, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

"Ke depan kita harus membangun universitas yang unggul secara akademik, kuat dalam riset dan inovasi, relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Rawing mengatakan, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), perubahan dunia kerja, dinamika ekonomi, hingga tantangan lingkungan menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi. Karena itu, ia menyiapkan sejumlah perhatian utama, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan dan pembelajaran, penguatan penelitian dan inovasi, hingga perluasan kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, masyarakat, dan perguruan tinggi lainnya.

Selain itu, pengembangan sumber daya manusia menjadi perhatian penting. Kualitas universitas, menurutnya, sangat ditentukan oleh kualitas dosen dan tenaga kependidikan. Mahasiswa juga harus memperoleh ruang luas untuk berkembang, berprestasi, berorganisasi, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.

Ia mengajak seluruh sivitas akademika, mulai dari fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni hingga mitra, untuk membangun satu ekosistem yang saling mendukung. Rawing menegaskan kemajuan universitas tidak mungkin hanya mengandalkan rektor atau pimpinan.

Pada kesempatan itu, Rawing juga menyampaikan penghargaan kepada rektor, pejabat rektor, dan jajaran pimpinan sebelumnya yang telah meletakkan berbagai fondasi bagi perkembangan UKPR. Fondasi yang sudah dibangun akan dilanjutkan, sedangkan hal-hal yang masih perlu diperbaiki menjadi bagian dari pembenahan ke depan.

"Kita tidak memulai dari rumah kosong. Kita melanjutkan sebuah perjalanan dan bersama-sama membawa universitas ini menuju masa depan yang lebih baik," ungkapnya.

Sementara itu, Agustin Teras Narang mengakui UKPR masih menghadapi berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal. Ia menyebut langkah yang dilakukan pengurus, pengawas, dan pembina yayasan untuk memperkuat universitas bukan pekerjaan mudah, terlebih di tengah berbagai keterbatasan yang ada.

"Kita menyadari bahwa kondisi yang kita alami pada saat ini tidak dalam keadaan baik-baik saja. Langkah yang dilakukan oleh pengurus, pengawas, dan pembina tidak mudah. Ada tantangan internal dan tantangan eksternal yang harus dihadapi," kata Teras Narang.

Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak mungkin diselesaikan hanya oleh seorang rektor, yayasan, dosen, ataupun dekan. Seluruh unsur harus terlibat dan mengambil tanggung jawab bersama. Menurutnya, komunikasi dan keterbukaan menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman terhadap kondisi riil universitas serta menentukan kebijakan yang tepat.

Teras Narang juga menyinggung perlunya perubahan pola pikir dari pendekatan individual menuju kebersamaan. Ia membedakan ungkapan "saya bisa", "kami bisa", dan "kita bisa" sebagai gambaran pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam membangun UKPR.

"Berbeda dengan saya bisa dan kami bisa. Sekarang saya ajak kita bisa. Artinya, semua harus terlibat," tegasnya.

Ia mengakui yayasan, baik pembina, pengawas maupun pengurus, memiliki keterbatasan. Karena itu, kontribusi dan pandangan dari keluarga besar perguruan tinggi sangat dibutuhkan. Terlebih, jika melihat kondisi riil UKPR saat ini, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Teras Narang mengingatkan persaingan ant perguruan tinggi semakin ketat. Kondisi tersebut menuntut UKPR untuk terus berbenah, memperkuat kualitas, dan membangun daya saing. Ia berharap kepemimpinan Rawing Rambang dapat menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kolaborasi seluruh pihak.

Dengan dukungan yayasan, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pemerintah, serta mitra lainnya, UKPR diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)