BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Eka Sinta-GKE atau YPTKES-GKE, Agustin Teras Narang, mengakui Universitas Kristen Palangka Raya atau UKPR masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi internal maupun eksternal. Karena itu, kepemimpinan baru diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh unsur untuk membenahi dan memajukan universitas.
Hal tersebut disampaikan Teras Narang saat melantik Dr Rawing Rambang sebagai Rektor UKPR di Gedung Christian Center Palangka Raya pada Selasa, 3 November 2026.
Dalam sambutannya, Teras Narang mengatakan, langkah yang dilakukan pengurus, pengawas, dan pembina yayasan selama ini bukan perkara mudah. Berbagai persoalan dan keterbatasan menjadi tantangan dalam upaya memperkuat keberadaan UKPR.
"Kita menyadari bahwa kondisi yang kita alami pada saat ini tidak dalam keadaan baik-baik saja. Langkah yang dilakukan oleh pengurus, pengawas, dan pembina tidak mudah. Ada tantangan internal dan tantangan eksternal yang harus dihadapi," ujarnya.
Menurutnya, berbagai tantangan tersebut tidak mungkin diselesaikan hanya oleh seorang rektor, yayasan, dosen, maupun dekan. Seluruh elemen harus mengambil bagian dan bekerja bersama agar upaya pembenahan dapat berjalan.
Mantan Gubernur Kalteng ini juga menyinggung pentingnya membangun komunikasi dan keterbukaan dalam pengelolaan universitas. Menurutnya, keterbatasan informasi dan komunikasi selama ini menjadi salah satu hal yang menyulitkan pemahaman terhadap kondisi riil UKPR serta langkah-langkah yang perlu dilakukan.
Teras Narang mengingatkan, setiap kebijakan dan tindakan untuk memperbaiki universitas harus dibangun melalui komunikasi yang terbuka, bukan hanya berdasarkan anggapan bahwa masing-masing pihak mampu menyelesaikan persoalan sendiri.
Ia kemudian menekankan perbedaan antara pola pikir "saya bisa", "kami bisa", dan "kita bisa". Baginya, kemajuan UKPR membutuhkan perubahan cara pandang dari kemampuan individu atau kelompok menuju kekuatan bersama.
"Berbeda dengan saya bisa dan kami bisa. Sekarang saya ajak kita bisa. Artinya, semua harus terlibat," tegasnya.
Teras Narang juga mengakui yayasan, baik pembina, pengawas maupun pengurus, memiliki keterbatasan dalam menjalankan tugas. Karena itu, kontribusi dan pandangan dari keluarga besar perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk mendorong kemajuan UKPR.
Ia menilai, meskipun berbagai upaya telah dilakukan, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan jika melihat kondisi riil universitas saat ini. Terlebih, persaingan antar perguruan tinggi semakin ketat sehingga UKPR dituntut terus berbenah dan memperkuat daya saing.
Menurutnya, seluruh pihak perlu melihat keberadaan UKPR sebagai tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tanggung jawab yayasan atau pimpinan universitas. Dengan kebersamaan, berbagai keterbatasan diharapkan dapat diatasi melalui langkah nyata dan kerja kolaboratif.(TESTI PRISCILLA)









