BORNEONEWS, Palangka Raya – Gereja Maranatha Palangka Raya diharapkan tidak hanya menjadi tempat peribadatan umat Kristen, tetapi juga ikon kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah. Harapan itu menjadi salah satu perhatian panitia pembangunan menjelang rencana peresmian gereja pada awal Desember 2026.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja Maranatha, Rawing Rambang mengatakan gereja tersebut diharapkan memiliki arti penting bagi masyarakat, khususnya umat Kristiani di Palangka Raya dan Kalimantan Tengah.
“Gereja ini diharapkan menjadi gereja kebanggaan dan ikonik masyarakat Kota Palangka Raya, bahkan masyarakat Kalimantan Tengah,” kata Rawing pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Menurutnya, pembangunan Gereja Maranatha mendapat dukungan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan sarana peribadatan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan umat sekaligus menjadi bagian dari identitas Kota Palangka Raya.
Saat ini, panitia pembangunan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng turut membahas perkembangan pembangunan dan persiapan peresmian gereja.
Pembahasan itu berlangsung dalam rapat yang dipimpin Kepala Dinas PUPR Kalteng, Juni Gultom didampingi Kepala Bidang Cipta Karya Junaidi serta sejumlah staf. Rapat juga dihadiri Rawing bersama anggota panitia dan Ketua Majelis Resort Palangka, Pendeta Gutmar Untung.
Peresmian Gereja Maranatha direncanakan dilakukan Gubernur Agustiar Sabran pada awal Desember 2026, sekaligus menandai dimulainya penggunaan gereja secara resmi.
Momentum tersebut berdekatan dengan perayaan Natal, sehingga diharapkan menjadi penanda penting bagi pemanfaatan gereja sebagai tempat ibadah umat Kristiani.(TESTI PRISCILLA)









