BORNEONEWS, Jakarta – Petenis Spanyol Carlos Alcaraz mengaku sempat meragukan kemampuannya untuk kembali ke level terbaik setelah harus menepi lebih dari empat bulan akibat cedera pergelangan tangan pada awal 2026.

Masa pemulihan yang panjang membuat Alcaraz memiliki banyak waktu untuk memikirkan kondisi dan masa depannya di lapangan.

"Saya harus menjalani periode panjang di luar lapangan sehingga memiliki banyak waktu untuk berpikir dan merasakan berbagai hal. Ada saat-saat ketika saya yakin bisa kembali ke performa terbaik, tetapi ada juga momen ketika saya meragukan diri sendiri," kata Alcaraz, dikutip dari ATP, Selasa, 3 November 2026.

Petenis berusia 23 tahun itu akhirnya mampu melewati fase sulit tersebut dengan dukungan tim dan orang-orang terdekat.

Sejak kembali berkompetisi pada Agustus 2026, Alcaraz berhasil meraih dua gelar, masing-masing di Tokyo dan Wina.

Trofi Erste Bank Open di Wina yang diraihnya pada Minggu, 1 November 2026 menjadi gelar keempat Alcaraz pada level tur sepanjang musim ini.

Menurut Alcaraz, kepercayaan terhadap tim menjadi faktor penting dalam proses pemulihan hingga dirinya mampu kembali tampil konsisten.

"Ketika dikelilingi orang-orang hebat dan profesional, serta mempercayai tim sepenuhnya, saya rasa proses untuk kembali menjadi lebih mudah. Saya sangat senang karena telah melakukan pekerjaan dengan baik dan sekarang berada di posisi ini," ujarnya.

Kebangkitan tersebut menjadi modal penting bagi Alcaraz menjelang Paris Masters 2026.

Turnamen tersebut merupakan ajang ATP Masters 1000 terakhir musim ini dan Alcaraz masih memburu gelar pertamanya di Paris.

Keberhasilan menjuarai turnamen di Wina membuat kepercayaan dirinya meningkat menjelang persaingan di Paris.

"Kemenangan memberikan banyak kepercayaan diri. Saya benar-benar ingin tampil hebat di turnamen ini. Menjadi juara di Wina memberi saya pengalaman, ritme permainan, dan kepercayaan diri," katanya.

Alcaraz juga berharap mampu mempertahankan performanya sebelum tampil pada turnamen penutup musim, Nitto ATP Finals, yang dijadwalkan berlangsung pada 15-22 November 2026.

Petenis peringkat ketiga dunia tersebut telah memastikan tempat di ATP Finals setelah mencatat 38 kemenangan dan lima kekalahan sepanjang musim.

Pada pertandingan pembuka Paris Masters, Alcaraz dijadwalkan menghadapi pemenang laga antara petenis Amerika Serikat Alex Michelsen dan petenis Ceko Jiri Lehecka.

Selain mempersiapkan diri, Alcaraz juga menyoroti perkembangan kompatriotnya, Rafael Jodar.

Petenis berusia 20 tahun tersebut berhasil menembus 10 besar peringkat dunia ATP pada Senin, 2 November 2026 dalam musim pertamanya berkompetisi di level tur.

Alcaraz menilai pencapaian Jodar sebagai perkembangan yang luar biasa dan berharap suatu saat keduanya dapat berhadapan di lapangan.

Sumber: ANTARA