BORNEONEWS, Moskow – Sebanyak 271 sekolah di berbagai wilayah Italia menerima email berisi ancaman bom dalam waktu hampir bersamaan. Delapan sekolah di antaranya berada di Roma.
Ancaman tersebut diterima pada Senin, 2 November 2026 dan memicu prosedur darurat serta evakuasi di sejumlah sekolah.
Pengirim email mengklaim telah menempatkan kantong plastik berisi bahan peledak yang dilengkapi alat pemicu jarak jauh di dalam gedung sekolah.
Kepala lembaga pendidikan terpadu Giovanni Cagliero dan Sekolah Dasar Gianni Rodari, Anna Fucile mengatakan ancaman yang diterima dinilai cukup serius sehingga pihak sekolah langsung mengaktifkan prosedur keamanan.
"Surat tersebut berisi ancaman yang sangat keras dan serius. Oleh karena itu, saya segera mengaktifkan prosedur darurat dan rencana evakuasi anak-anak," kata Fucile.
Pihak sekolah kemudian melaporkan ancaman tersebut kepada aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian Pos dan Komunikasi Italia yang menangani kejahatan serta ancaman berbasis siber.
Menurut Fucile, pesan dengan isi serupa dikirimkan kepada ratusan sekolah dan mencantumkan daftar lembaga pendidikan yang menjadi sasaran.
"Pesan yang sama dikirimkan ke 271 sekolah di Italia. Pesan tersebut memuat daftar 271 lembaga pendidikan," ujarnya.
Pemeriksaan kemudian dilakukan dengan melibatkan tim penjinak bom dan unit anjing pelacak bahan peledak.
Hasil pemeriksaan awal di delapan sekolah di Roma tidak menemukan benda mencurigakan.
Meski proses pemeriksaan di sejumlah lokasi masih berlangsung, ancaman tersebut sejauh ini diduga merupakan alarm palsu.
Aparat Italia masih menelusuri asal email dan pihak yang bertanggung jawab atas ancaman tersebut.
Sumber: ANTARA









