‎BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mempersiapkan normalisasi Sungai Ubar Mandiri untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi setiap tahun. Kegiatan tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada awal November 2026.

‎Camat Cempaga Hulu M. Fahrizal Rahmani mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama Kepala Desa Sungai Ubar Mandiri dengan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kotim terkait rencana normalisasi sungai tersebut.

‎"Normalisasi Sungai Ubar ini merupakan upaya kami untuk mengantisipasi banjir yang selama ini kerap terjadi. Kami berharap kegiatan tersebut bisa segera dilaksanakan sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya, Selasa, November 2026.

‎Menurutnya, normalisasi menjadi salah satu upaya untuk mengurangi risiko banjir sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya warga Desa Sungai Ubar Mandiri. ‎

‎Dalam pelaksanaannya, normalisasi akan menggunakan ekskavator amfibi milik Pemerintah Kabupaten Kotim.

Sementara itu dukungan anggaran kegiatan juga melibatkan pihak ketiga, yakni perusahaan besar swasta (PBS) dan koperasi yang beroperasi di Desa Sungai Ubar Mandiri.

‎Saat ini persiapan alat berat tersebut masih dilakukan, termasuk perbaikan pada bagian pelampung ekskavator yang mengalami kerusakan. Proses penambalan pelampung dilaporkan telah memasuki tahap penyelesaian.

‎Pengecekan dilakukan untuk memastikan ekskavator amfibi dalam kondisi aman dan siap dioperasikan ketika normalisasi sungai dimulai.

‎Fahrizal berharap melalui sinergi pemerintah daerah, pemerintah desa, PBS, dan koperasi, rencana normalisasi tersebut dapat segera terealisasi.

‎"Harapan kami, normalisasi ini bisa berjalan lancar dan mampu mengurangi risiko banjir yang selama ini meresahkan masyarakat. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar pelaksanaannya bisa segera dilakukan," pungkasnya. (DEVI/R)