BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Aksi balap liar di Jalan Tambun Bungai dan Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas kembali meresahkan warga.

Aktivitas tersebut dilaporkan berulang dalam beberapa hari terakhir, terutama pada dini hari hingga Rabu, 3 November 2026.

Laporan itu diterima seorang relawan dari warga sekitar yang merasa terganggu dengan aktivitas balap liar di ruas jalan tersebut. Warga mengeluhkan aksi yang berlangsung berulang kali, terutama ketika situasi jalan mulai sepi.

Rudi, relawan yang menerima laporan warga, mengatakan informasi mengenai balap liar terus masuk sejak akhir pekan lalu. Bahkan, aksi tersebut kini mulai berani ditampilkan di media sosial.

"Dalam beberapa dini hari ini rutin masuk laporan. Terjadi sejak malam Sabtu lalu hingga malam tadi," ungkap Rudi.

Menurut dia, aksi balap liar diduga berlangsung setelah patroli kepolisian selesai dilakukan. Ketika pengawasan mulai berkurang, ruas jalan yang seharusnya digunakan untuk lalu lintas umum kembali dimanfaatkan sebagai arena balapan.

"Beberapa kali laporan masuk itu dini hari semua, bisa jam 2 ke atas," ucapnya.

Berulangnya laporan tersebut menunjukkan aksi balap liar belum sepenuhnya dapat dihentikan. Selain mengganggu ketenangan warga sekitar, aktivitas itu juga berpotensi membahayakan pengguna jalan lain yang melintas pada waktu bersamaan.

Sebelumnya, warga juga sempat melakukan perlawanan terhadap aksi balap liar dengan menaburkan pecahan kaca di Jalan Tambun Bungai. Tindakan tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan keresahan warga terhadap aktivitas yang terus berulang.

Namun, tindakan warga itu juga memunculkan pro dan kontra, mengingat pecahan kaca di badan jalan dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Kondisi ini sekaligus menjadi pertanyaan bagi pihak terkait mengenai penanganan balap liar yang hingga kini masih dikeluhkan masyarakat.

Warga berharap patroli dan pengawasan di Jalan Tambun Bungai serta Jalan Ahmad Yani dapat dilakukan secara lebih efektif, terutama pada jam-jam rawan menjelang dini hari. Penanganan yang konsisten diperlukan agar kedua ruas jalan tersebut tidak terus menjadi lokasi balap liar. (SABRIANOOR)