BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Aksi balap liar di sejumlah ruas jalan utama Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, tidak hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga meresahkan warga yang tinggal di sekitar lokasi. Suara knalpot brong dari sepeda motor yang diduga terlibat balapan bahkan terdengar hingga kawasan yang cukup jauh dari titik aksi.
Marni, salah seorang warga, mengaku suara knalpot bising tersebut sangat mengganggu waktu istirahat warga, terutama pada tengah malam hingga dini hari. Bahkan, suara itu terdengar jelas dari kawasan Jalan Jawa.
"knalpot brongnya benar-benar berisik, kami di Jalan Jawa saja kedengaran nyaringnya," ungkap Marni.
Menurut dia, gangguan tersebut bukan hanya sesekali terdengar. Suara deru mesin dan knalpot dengan bunyi menggelegar berlangsung cukup lama, sehingga warga yang hendak beristirahat maupun sudah tertidur lelap ikut terganggu.
"Mana cukup lama lagi suara-suara seperti, jam 2 lewat baru hilang," tambahnya.
Keluhan tersebut berkaitan dengan kembali maraknya aksi balap liar di Jalan Tambun Bungai hingga Jalan Ahmad Yani, mulai dari kawasan Bundaran Raja Bunu. Pada Sabtu dini hari, 31 Oktober 2026, belasan sepeda motor diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.
Selain pengendara yang diduga didominasi remaja, sejumlah penonton juga terlihat memadati kawasan Jalan Tambun Bungai. Kondisi ini membuat aktivitas balap liar berlangsung di tengah jalan umum yang masih digunakan masyarakat.
Informasi yang dihimpun dari jejaring relawan, sekitar pukul 00.38 WIB aktivitas balap liar dan kerumunan penonton masih cukup ramai. Suara kendaraan baru mulai mereda sekitar pukul 02.00 WIB seiring berangsur berhentinya aktivitas tersebut.
Balap liar serupa juga dilaporkan terjadi sehari sebelumnya di lokasi yang sama. Warga berharap ada perhatian dan langkah nyata dari aparat kepolisian agar aktivitas tersebut tidak terus berulang, sekaligus mengembalikan ketenangan lingkungan pada malam hari. (SABRIANOOR/H)









