BORNEONEWS, Jenewa – Sebanyak tujuh kandidat telah dinominasikan oleh negara-negara anggota untuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berikutnya. Hal tersebut diumumkan oleh badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu pada Kamis (29/10/2026).
Salah satu kandidat adalah Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar, mantan Menteri Kesehatan yang saat ini menjabat sebagai penasihat Perdana Menteri untuk urusan kesehatan masyarakat.
Kandidat lainnya adalah Hanan Balkhy dari Arab Saudi, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Regional WHO untuk kawasan Mediterania Timur, serta Hans Henri P. Kluge dari Belgia, Direktur Regional WHO untuk kawasan Eropa.
Selain itu, terdapat Maria P. Neira dari Spanyol, mantan Direktur Departemen Lingkungan dan Kesehatan WHO, serta Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin.
Dua kandidat lainnya adalah Li Song dari China, Sekretaris All-China Women's Federation sekaligus mantan pejabat senior di bidang kesehatan, dan Gevorg Tamamyan dari Armenia, seorang ahli onkologi anak yang menjabat sebagai profesor sekaligus kepala departemen di Yerevan State Medical University. Tamamyan dinominasikan oleh Botswana.
Ketujuh kandidat tersebut dijadwalkan mengikuti forum publik di kantor pusat WHO di Jenewa pada 18–19 November 2026. Forum ini menjadi kesempatan bagi negara-negara anggota untuk berinteraksi langsung dengan para kandidat.
Selanjutnya, Dewan Eksekutif WHO akan menyaring tujuh kandidat tersebut menjadi lima orang pada awal 2027. Mereka akan menjalani proses wawancara sebelum Dewan Eksekutif memilih maksimal tiga kandidat untuk diajukan kepada Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly).
Forum publik tahap kedua dijadwalkan berlangsung pada 15 Maret 2027 bagi para kandidat yang lolos seleksi awal.
Majelis Kesehatan Dunia kemudian dijadwalkan memilih Direktur Jenderal WHO yang baru pada Mei 2027. Kandidat terpilih akan mulai menjalankan tugasnya pada 16 Agustus 2027.
Sumber: Anadolu/ANTARA









