BORNEONEWS, Sampit - Kondisi Jalan Alternatif Bengkirai yang menghubungkan arah Sampit-Kota Besi dikeluhkan warga karena minim penerangan dan permukaan jalan bergelombang. Situasi tersebut dinilai membahayakan pengendara, terutama saat melintas pada malam hari.
Wahyu, warga yang kerap bepergian bolak-balik dari Sampit menuju Kota Besi, mengatakan kondisi jalan yang gelap membuat pengendara harus ekstra hati-hati. Ketiadaan penerangan jalan umum (PJU) menyebabkan jarak pandang terbatas, terlebih ketika melintasi bagian jalan yang tidak rata.
"Kalau malam gelap sekali karena tidak ada lampu jalan. Jalan juga bergelombang, jadi harus lebih hati-hati. Kami khawatir kalau tidak melihat kondisi jalan dengan jelas bisa terjadi kecelakaan," kata Wahyu, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Ia mengaku Jalan Bengkirai menjadi salah satu pilihan akses setelah Jalan Tjilik Riwut di ujung landasan pacu Bandara H Asan Sampit ditutup. Jalur tersebut cukup membantu warga yang menggunakan kendaraan roda dua untuk menuju kawasan Kota Besi.
Namun, kondisi jalan yang gelap bukan satu-satunya hal yang dikhawatirkan. Wahyu juga merasa waswas terhadap potensi tindak kejahatan karena suasana jalan relatif sepi dan minim penerangan pada malam hari.
"Selain rawan kecelakaan, kami juga khawatir ada kejahatan karena kondisi jalan gelap dan sepi. Kalau bisa, penerangan jalan dipasang dan diaspal supaya warga lebih aman saat melintas," ujarnya.
Wahyu mengatakan, alternatif lain yang disediakan pemerintah daerah adalah Jalan Jaksa Agung R Soeprapto. Namun, jika harus melewati jalur tersebut, perjalanan menuju Kota Besi menjadi lebih jauh karena harus memutar.
Jalan Bengkirai sendiri diperuntukkan bagi kendaraan roda dua sebagai jalur alternatif setelah penutupan Jalan Tjilik Riwut di ujung landasan pacu Bandara H Asan Sampit. Sementara itu, Jalan Jaksa Agung R Soeprapto menjadi jalur pengalihan lainnya bagi pengguna jalan.
Warga berharap pemerintah daerah memperhatikan kondisi Jalan Bengkirai, terutama dengan menyediakan lampu penerangan jalan dan meningkatkan pembangunan jalan. (DEWI PATMALASARI/H)









