BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Aksi balap liar di ruas Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas, masih kerap terjadi meski penindakan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) telah dilakukan. Aktivitas yang berulang tersebut kini juga diwarnai gesekan dengan masyarakat.

Gesekan itu mencuat setelah warga menghamburkan pecahan kaca di Jalan Tambun Bungai yang diduga sebagai bentuk perlawanan terhadap aksi balap liar di kawasan tersebut. Kejadian ini menambah persoalan di tengah aktivitas balap liar yang sebelumnya beberapa kali dikeluhkan karena mengganggu ketertiban dan membahayakan pengguna jalan.

Persoalan balap liar di kawasan tersebut sebelumnya telah mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas. Pada awal Juli 2026, Sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas, Usis I Sangkai, menyampaikan rencana koordinasi lintas instansi untuk menangani aktivitas tersebut.

"Ya kita koordinasikan dengan lintas instansi vertikal serta OPD terkait. Kepolisian, TNI, Kejaksaan, Dishub dan Pol PP," ujar Usis kepada Borneonews, Kamis, 2 Juli 2026.

Saat itu, Usis menyebut koordinasi akan melibatkan kepolisian, TNI, Kejaksaan, Dinas Perhubungan (Dishub), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Rencana tersebut disampaikan karena persoalan balap liar tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran lalu lintas, tetapi juga menyangkut ketertiban umum dan keselamatan masyarakat.

Namun, beberapa bulan setelah pernyataan tersebut, balap liar di ruas Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Tambun Bungai masih kerap dilaporkan terjadi. Penindakan oleh Satlantas juga belum membuat aktivitas itu sepenuhnya berhenti. Belakangan, persoalan tersebut bahkan diwarnai tindakan warga yang menghamburkan pecahan kaca di jalan.

Borneonews kembali meminta keterangan Usis pada Sabtu, 31 Oktober 2026, mengenai tindak lanjut rencana koordinasi lintas instansi yang sebelumnya disampaikan.

Konfirmasi juga disampaikan terkait perkembangan terbaru aksi balap liar, termasuk peristiwa warga yang menghamburkan pecahan kaca di Jalan Tambun Bungai.

Hingga berita ini ditulis, Usis belum memberikan jawaban atas konfirmasi tersebut. (SABRIANOOR/R)