BORNEONEWS, Muara Teweh – Aktivitas penerbangan dari dan menuju Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mulai kembali normal setelah sebelumnya terganggu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Muhammad Amrillah mengatakan, penerbangan mulai kembali berjalan pada Senin, 2 November 2026, meski jumlah penumpang masih relatif sedikit.

"Hari ini, penerbangan ke Muara Teweh mulai normal, namun jumlah penumpang masih relatif sedikit, di mana sebelumnya sejak Rabu, 19 Agustus 2026 dibatalkan karena kabut asap," kata Amrillah di Muara Teweh.

Penerbangan yang kembali beroperasi antara lain Wings Air untuk rute Banjarmasin, Kalimantan Selatan-Muara Teweh pulang pergi.

Selain itu, penerbangan perintis Susi Air juga melayani rute Muara Teweh-Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dan sebaliknya setiap Senin.

Menurut Amrillah, penerbangan Wings Air pada jadwal pagi Senin dibatalkan. Penerbangan kemudian hanya dilakukan pada siang hari.

Pada penerbangan tersebut, sebanyak 20 penumpang tiba di Muara Teweh dari Banjarmasin, sedangkan 28 penumpang berangkat dari Muara Teweh.

"Untuk Wings Air pada penerbangan pagi dibatalkan, jadwal terbang hanya siang yaitu 20 orang yang datang dari Banjarmasin dan berangkat dari Muara Teweh 28 penumpang. Sementara Susi Air baik dari Palangka Raya maupun dari Muara Teweh tidak ada penumpang," ujarnya.

Amrillah mengatakan penerbangan Wings Air pada Selasa, 3 November 2026, kembali dibatalkan karena alasan operasional.

Maskapai tersebut dijadwalkan kembali melayani penerbangan mulai Rabu, 4 November 2026 dan hari-hari berikutnya.

Bandara Haji Muhammad Sidik juga melayani penerbangan perintis rute Muara Teweh-Palangka Raya pulang pergi menggunakan pesawat Susi Air.

Penerbangan bersubsidi tersebut menggunakan pesawat jenis Cessna dengan kapasitas 12 penumpang dan beroperasi satu kali dalam sepekan setiap Senin.

Harga tiket untuk rute Palangka Raya-Muara Teweh sebesar Rp540.020, sedangkan rute Muara Teweh-Palangka Raya sebesar Rp493.420.

Sementara untuk rute Muara Teweh-Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dan sebaliknya dilayani Wings Air menggunakan pesawat ATR 72-600 dengan kapasitas 72 penumpang.

Bandara Haji Muhammad Sidik juga melayani penerbangan carter perusahaan tambang untuk rute Muara Teweh-Balikpapan, Kalimantan Timur.

Amrillah mengatakan penumpang rute Banjarmasin-Muara Teweh umumnya merupakan masyarakat yang melakukan perjalanan dari Jakarta maupun Surabaya dengan transit melalui Bandara Syamsudin Noor.

"Penumpang dari dan ke Banjarmasin kebanyakan pemudik dari Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur ke Muara Teweh yang transit dari Bandara Syamsudin Noor dan sebaliknya dari Muara Teweh ke Pulau Jawa yang transit melalui Banjarmasin," katanya.

Kembali beroperasinya penerbangan di Bandara Haji Muhammad Sidik disambut positif masyarakat.

Selama penerbangan terganggu kabut asap, pengguna jasa transportasi udara harus menempuh perjalanan darat menuju Palangka Raya dengan waktu sekitar tujuh hingga delapan jam.

Sementara perjalanan darat dari Muara Teweh menuju Banjarmasin dapat membutuhkan waktu sekitar sembilan hingga 11 jam.

Salah seorang warga Muara Teweh, Nema, mengaku bersyukur penerbangan kembali beroperasi setelah sebelumnya harus menghadapi keterbatasan pilihan transportasi akibat kabut asap.

"Alhamdulillah saya bisa pulang ke Muara Teweh menggunakan pesawat yang ditempuh dengan waktu tidak lama," kata Nema usai melakukan perjalanan dinas ke Pulau Jawa.

Sumber: ANTARA