BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang berpotensi mengganggu kualitas udara serta jarak pandang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Seruyan, Agus Supriadi, mengingatkan masyarakat agar mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan asap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.
BPBD Seruyan meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kabut asap semakin pekat.
“Apabila harus beraktivitas di luar rumah, warga disarankan menggunakan masker yang sesuai, terutama jenis N95 atau KN95, untuk membantu mengurangi paparan partikel asap, “ ujarnya, Rabu, 28 Oktober 2026.
Selain itu, masyarakat dianjurkan menutup pintu dan jendela ketika kualitas udara memburuk agar asap tidak mudah masuk ke dalam rumah.
BPBD Seruyan juga mengingatkan bahaya kabut asap bagi pengendara. Ketika jarak pandang terbatas, pengendara diminta mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu kendaraan untuk meningkatkan keselamatan di jalan.
Warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar asap, terutama sesak napas, diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
“Kabut asap bukan sekadar gangguan jarak pandang, tetapi juga ancaman nyata bagi kesehatan dan keselamatan,” kata Agus.
BPBD Seruyan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Kewaspadaan serta kepedulian bersama dinilai penting agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. (FAHRUL/R)









