BORNEONEWS, JAKARTA – Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Danantara tengah mengembangkan industri unggas terintegrasi berbasis teknologi modern. Proyek ini diharapkan mampu menjadi standar baru bagi industri peternakan nasional.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan bahwa industri unggas yang dikembangkan harus memiliki fasilitas peternakan berstandar tinggi, dengan dukungan teknologi modern, kebersihan, serta sistem pengelolaan yang profesional dan tertata.
“Nanti saya mau lihat. Jadi ini integratif, peternakan terbaik yang ada di Indonesia. Kelasnya mesti canggih, bersih, tertata,” ujar Dony dalam keterangan resmi, Kamis (5/11/2026).
Pengembangan industri tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem peternakan ayam yang efisien, produktif, dan memiliki daya saing tinggi. Integrasi seluruh rantai bisnis peternakan juga menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan industri unggas modern.
Dony menegaskan bahwa keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada besarnya nilai modal yang dikeluarkan, tetapi juga mempertimbangkan potensi imbal hasil atau return on investment (ROI).
Menurutnya, setiap investasi harus memiliki prospek bisnis yang jelas dan mampu mendorong perusahaan menjadi pemain unggul di sektor industrinya.
“Investasi itu bukan berapa besar kecil yang dihitung, tapi return on investment-nya. Selama return on investment-nya bagus, kita mau invest. Jadi tetap dipastikan, masuk dalam satu industri itu harus jadi pemenang,” katanya.
Selain aspek investasi, Dony juga menekankan pentingnya kualitas manajemen dalam setiap pengembangan bisnis di daerah. Ia berharap setiap proyek yang dijalankan dapat menjadi acuan atau benchmark bagi pengembangan industri sejenis di seluruh Indonesia.
Untuk itu, proses pemilihan lokasi hingga pelaksanaan investasi harus dilakukan secara objektif dan profesional serta terbebas dari konflik kepentingan.
“Apapun yang kita lakukan di daerah-daerah itu harus menjadi acuan, benchmark bagi seluruh industri yang ada di Indonesia. Makanya, apa yang kita lakukan sekarang, kita betul-betul sangat concern terhadap kualitas manajemen,” ujar Dony.
Sebagai bagian dari Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi, salah satu fasilitas yang berlokasi di Malang, Jawa Timur, ditargetkan selesai dibangun pada Mei 2027.
Fasilitas tersebut menjadi salah satu proyek yang dipersiapkan untuk diresmikan oleh Presiden bersama menteri terkait.
Melalui pengembangan industri unggas terintegrasi ini, BP BUMN dan Danantara berupaya menghadirkan model peternakan modern yang kompetitif, memperkuat ekosistem pangan nasional, serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
SUMBER: ANTARA









