BORNEONEWS, Pangkalan Bun - April diperkirakan menjadi puncak musim hujan tahun ini. Ini ditandai tingginya skala indikator pengukuran curah hujan dalam skala milimeter (mm).
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangkalan Bun, Lukman Soleh menjelaskan kesimpulan tersebut diambil berdasarkan data rata-rata curah hujan yang terjadi dalam kurun waktu 35 tahun kebelakang.
"Untuk indikator curah hujan pada bulan April rata-rata diperoleh nilai sebesar 319,9 mm. Sedangkan untuk bulan April tahun 2016, mencapai 353,3 mm," jelas Lukman pada Bornenoews<>, Jumat (8/3/2016).
Menurutnya, berdasarkan data tersebut, diperkirakan bulan April tahun ini nilainya tidak berbeda jauh. "Untuk diketahui skala indikator curah hujan per-bulan dibagi dalam empat kategori, yaitu ringan, sedang, lebat dan sangat lebat," jelasnya.
Untuk hujan dengan kategori ringan, skala indikator menunjukkan nilai 1-5 mm/jam atau 5-20 m/hari. Sedangkan untuk kategori sedang, jumlahnya 5-10 mm/jam atau 20-50 mm/hari. Untuk kategori lebat, nilai indikator menunjukkan angka 10-20 mm/jam atau 50-100 mm/hari. Adapun kategori hujan sangat lebat, nilai indikatirnya menunjukkan angka lebih dari 20 mm/jam atau lebih dari 100mm/hari.
"Data tersebut bisa digunakan sebagai acuan oleh berbagai macam pihak yang melakukan aktivitas pekerjaan. Misalnya dalam urusan penerbangan dan pelayaran," pungkasnya. (Wahyu Krida/B-10)
April Puncak Musim Hujan di Kobar
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hasil Tangkapan Nelayan Melimpah saat Musim Hujan
Musim Pancaroba Diprediksi Banyak Terjadi Hujan Sporadis
Meski Musim Hujan, Kebakaran Lahan Kembali Menghantui
GOW Kobar Gelar Puncak Peringatan Hari Kartini ke-137
Pesisir Kobar Masih Aman dari Karhutla Sepanjang April 2016
Di Kobar Hujan Lebat, Angin Kencang dan Potensi Petir masih Tinggi
Komentar (0)
Memuat komentar…

