**Borneonews - Jakarta**, Pertumbuhan industri halal di Indonesia ditopang oleh tiga sektor utama, yaitu farmasi dan kosmetik halal, kuliner halal, serta mode yang bersahaja. Hal ini disampaikan oleh Kementerian Perindustrian RI.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Eko Cahyanto, menjelaskan bahwa dalam skala global, sektor farmasi dan kosmetik halal Indonesia kini naik tiga peringkat menjadi posisi kelima. Di sisi lain, sektor kuliner halal dan mode bersahaja masing-masing telah mencapai peringkat kedua dan ketiga.
Dalam kesempatan yang sama, saat menghadiri Indonesia Halal Industry Awards 2024 di Jakarta, Cahyanto menekankan pentingnya mengoptimalkan ketiga sektor tersebut. Dia menyebutkan bahwa langkah ini akan membantu Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan selaras dengan proses industrialisasi yang terus berlangsung.
Cahyanto juga mengingatkan bahwa pengembangan industri halal di Indonesia harus menjadi prioritas. Ini dikarenakan total pengeluaran konsumen Muslim di seluruh dunia naik sebesar 9,5 persen, dari USD2 triliun pada tahun 2021 menjadi USD2,29 triliun pada tahun 2022.
Lebih lanjut, dia juga menyoroti bahwa populasi Muslim di dunia diprediksi akan terus meningkat, mencapai 2,2 miliar pada tahun 2030, atau sekitar 26,5 persen dari total penduduk dunia. "Prediksi ini tentu akan sejalan dengan peningkatan permintaan terhadap produk halal," tambahnya.
Pejabat tersebut menegaskan bahwa dengan populasi Muslim yang besar, yang mencapai 235,6 juta jiwa, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi dan industri Islam.
Untuk mendukung pengembangan industri halal nasional, Kementerian Perindustrian aktif menyelenggarakan serta berpartisipasi dalam berbagai pameran produk halal, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa contoh pameran tersebut yaitu Almaty Halal Expo di Kazakhstan, OIC Halal Expo di Turki, serta Russia Halal Expo di Kazan.
Selain itu, kementerian juga memberikan dukungan kepada pelaku industri kecil dalam memperoleh sertifikat halal. Dalam tiga tahun terakhir, Pusat Pemberdayaan Industri Halal kementerian tersebut telah membantu sebanyak 3.095 industri kecil untuk mendapatkan sertifikasi halal.
ANTARA
Potensi Besar Indonesia dalam Pengembangan Industri Halal
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tantangan dan Peluang Pengembangan SDM di Industri Kelapa Sawit
Strategi Pengembangan SDM untuk Masa Depan Industri Kelapa Sawit
Halikinnor-Irawati Gagas Sampit Youth Creative Center sebagai Wadah Pengembangan Potensi Anak Muda
Abdul Razak-Sri Suwanto Potensi Besar Menangkan Pilgub Kalteng
Gapki Diskusikan Prospek Pengembangan Kelapa Sawit di Kalteng dengan Bank Indonesia
Hadiri Rakornas BPSDM 2024 se-Indonesia, Kepala BPSDM Kalteng Tekankan Pentingnya Pengembangan SDM Berkualitas dan Berdaya Saing Tinggi
Komentar (0)
Memuat komentar…







