**Borneonews - Baturaja**, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) di Sumatera Selatan telah mengimplementasikan Aplikasi *Si Bangga* sebagai langkah untuk memantau perkembangan harga pangan di pasar tradisional setempat. Inisiatif ini bertujuan untuk mengendalikan laju inflasi yang terjadi.
Kepala Bagian Ekonomi Setda OKU, Dadang Hudaya, melalui Analis Kebijakan Ahli Muda M. Rasyid, menjelaskan bahwa aplikasi ini sangat berguna dalam memonitor harga kebutuhan pokok secara daring dengan memanfaatkan telepon pintar. "Kami tidak hanya turun ke lapangan, tetapi juga memanfaatkan Aplikasi *Si Bangga* untuk lebih efektif memantau kondisi pasar," ungkapnya di Baturaja.
Aplikasi *Si Bangga* mempermudah akses informasi mengenai perkembangan harga berbagai komoditi pangan di pasar tradisional di Kabupaten OKU. Rasyid menambahkan bahwa aplikasi ini menyimpan kemampuan untuk memberikan informasi terkini terkait fluktuasi harga, yang sangat krusial untuk melacak potensi pengetatan inflasi.
Dalam proses penggunaan aplikasi tersebut, pihaknya telah bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKU. Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan keakuratan data yang diperoleh agar mengurangi risiko kesalahan dalam proses pendataan. "Kami ingin aplikasi ini berbasis data yang valid," tegasnya.
Saat ini, Aplikasi *Si Bangga* masih dalam tahap uji coba sebelum resmi diluncurkan kepada masyarakat umum di Kabupaten OKU. Rasyid menjelaskan bahwa tahap awal ini difokuskan untuk memastikan aplikasi ini dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.
"Uji coba ini mencakup pelatihan yang diberikan kepada petugas pemantau mengenai cara menggunakan aplikasi tersebut, agar mereka dapat menyampaikan pengetahuan ini kepada masyarakat. Dengan demikian, warga diharapkan dapat mengakses informasi harga melalui telepon pintar secara cepat dan mudah," pungkasnya.
ANTARA
Pemkab OKU Luncurkan Aplikasi Si Bangga untuk Pantau Harga Pangan
Bagikan:

PALEMBANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemkab Kapuas Minta Perangkat Daerah Terapkan Aplikasi Srikandi
TPID Kalteng Bahas Pengendalian Inflasi dan Harga Pangan
Pasar Murah di Sampit Bantu Ringankan Beban Warga, Stabilkan Harga Pangan
Paslon HM Wiyatno-Dodo Paparkan Strategi Jaga Stabilitas Harga Pangan di Debat Kedua Pilkada Kapuas 2024
Harga Pangan Akhir November, Cabai Rawit Merah Capai Rp39.520 per Kg
Pemkab Barito Timur Luncurkan SiSita Berbasis Geospasial untuk Tingkatkan Pelayanan Perizinan dan Daya Tarik Investasi
Komentar (0)
Memuat komentar…







