**Borneonews - Muara Lakitan, Musi Rawas**, Tim pencarian dan pertolongan (SAR) berhasil menemukan jasad seorang balita yang menjadi korban tenggelam setelah terseret arus Sungai Musi sejauh 25 kilometer. Kejadian ini terjadi di Muara Lakitan, Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, mengungkapkan bahwa korban, seorang balita laki-laki bernama Rizi berusia 3 tahun, adalah warga desa Prabumulih, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas. Pencarian dilakukan setelah laporan mengenai hilangnya Rizi pada Kamis (12/9) karena tenggelam. Dua tim dari Kantor SAR Palembang dan Pos SAR Lubuk Linggau dikerahkan untuk mencari korban dengan dilengkapi peralatan selam serta perahu karet.
Raymond menjelaskan bahwa Rizi tenggelam setelah terseret arus sungai saat ia bersama neneknya sedang mandi. Jasad balita tersebut ditemukan pada hari keempat pencarian, tepatnya Senin (16/9) pukul 22.00 WIB. Penemuan jasad terjadi sekitar 25 kilometer dari lokasi awal tenggelam, di mana tubuh Rizi ditemukan tersangkut di jaring ikan yang dipasang oleh warga di Desa Ngulak, Kabupaten Musi Banyuasin.
Setelah ditemukan, tim SAR bersama warga membawa jasad Rizi ke Puskesmas Ngulak untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga. Pihak keluarga telah membenarkan bahwa jasad yang ditemukan adalah putra mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Raymond mengingatkan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sepanjang Sungai Musi. Ia menyampaikan bahwa potensi hujan masih akan ada di beberapa daerah di Sumatera Selatan dalam waktu dekat, yang dapat meningkatkan volume air sungai dan membahayakan keselamatan.
ANTARA
Tim SAR Temukan Jasad Balita Terseret Arus Sungai Musi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Prabowo: Waspada, Perairan Indonesia Rawan Terseret Konflik Global
Lomba Balita di Sukamara Diharapkan Memotivasi Orang Tua Jaga Gizi dan Kesehatan Anak
Balita Ditemukan Tenggelam di Galian Sumur di Kotim
Imigrasi Deportasi Buronan Tiongkok Terkait Dugaan Pencucian Uang
UPR Ajak Siswa SDN 1 Petuk Katimpun Menulis Cerita dari Ekologi Lokal
Kabut Asap Batasi Pembelajaran, UPR Alihkan Pelatihan Literasi Siswa ke Rumah
Komentar (0)
Memuat komentar…







