BORNEONEWS, Palangka Raya – Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2026 menjadi dasar penting penyusunan APBD Kalteng yang diarahkan pada penanggulangan kemiskinan, inflasi, dan stunting.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Edy Pratowo saat membacakan pidato Gubernur Kalteng dalam Rapat Paripurna ke-18 DPRD Kalteng.
“Kami berharap, KUA-PPAS ini segera menjadi dasar penyusunan Rancangan APBD Tahun 2026, guna menjamin kelangsungan program dan kegiatan prioritas, seperti penurunan kemiskinan, inflasi, stunting, serta penguatan infrastruktur dan ekonomi,” kata Wagub Edy Pratowo di Palangka Raya.
Ia menegaskan arah kebijakan umum anggaran mencakup pembangunan SDM, layanan kesehatan, hingga tata kelola pemerintahan yang adaptif.
Selain itu, pemberdayaan desa dan kearifan lokal berbasis falsafah Huma Betang juga menjadi salah satu perhatian.
APBD 2026 disusun dengan proyeksi pendapatan Rp7,1 triliun lebih, belanja Rp7,37 triliun lebih, dan pembiayaan dari SiLPA Rp266 miliar lebih.
“Dengan struktur anggaran ini, keberlanjutan pembangunan daerah dapat terjaga,” tambahnya. (HERMAWAN DP/R)
Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting Masih Program Prioritas Kalteng
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Anggaran Kian Menyusut, DPRD Pulang Pisau Fokus pada Program Super Prioritas 2026
Pemkab Kotim Tunggu Keputusan Mendagri Soal Pemulihan Anggaran Rp380 Miliar untuk Program Prioritas
Pelindo Serahkan Bantuan TJSL 2025 untuk Dukung Program Stunting, Pendidikan dan Rumah Ibadah di Pulpis
Pemprov Kalteng Dorong Penurunan Stunting Lewat Sosialisasi Konsumen Cerdas
Dinas Perindustrian Kalteng Dorong Edukasi Konsumen Cegah Stunting
DPRD Pulang Pisau Bahas Tiga Raperda Urgen, Ada soal Penanggulangan Bencana
Komentar (0)
Memuat komentar…







