BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mempercepat transformasi sistem keuangan dari metode tunai menuju digitalisasi penuh.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel, transparan, dan modern.
Menurut Arbert, pergeseran pola transaksi ini bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan kebutuhan mendasar dalam sistem administrasi publik saat ini.
Ia menekankan bahwa penggunaan uang tunai atau pencatatan manual dalam transaksi pemerintah memiliki risiko yang cukup tinggi terhadap kesalahan administratif.
Dengan beralih ke sistem digital, setiap rupiah yang keluar maupun masuk ke kas daerah dapat terpantau secara real-time dan terdokumentasi dengan akurat.
"Hal ini diharapkan dapat menutup celah potensi penyimpangan dan memperkuat integritas aparatur sipil negara di lingkungan pemko ini," katanya, Selasa, 3 Februari 2026.
Digitalisasi ini mencakup berbagai sektor, mulai dari sistem penggajian, pembayaran retribusi, hingga mekanisme belanja daerah.
Sekda meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk proaktif dalam mengintegrasikan sistem digital pada unit kerja masing-masing.
Ia meyakini bahwa efisiensi birokrasi hanya dapat dicapai jika proses keuangan tidak lagi terkendala oleh prosedur manual yang memakan waktu lama dan birokrasi yang berbelit. (HENDRI/R)
Sekda Palangka Raya Instruksikan Peralihan ke Transaksi Digital
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Wali Kota Palangka Raya Paparkan Capaian SPBE dan Elektronifikasi Transaksi Daerah
Wakil Wali Kota Palangka Raya Tekankan Pentingnya Peran Orang Tua Lindungi Anak di Dunia Digital
Waspada! Angin Puting Beliung Intai Kapuas Bagian Selatan saat Musim Peralihan
Polri Tangkap Pemilik Rekening Buat Transaksi Narkoba Erwin The Doctor
Nilai Transaksi Misi Dagang Kalteng - Jatim Melonjak Jadi Rp2 Triliun
Misi Dagang Jatim - Kalteng Catat Transaksi Rp2,08 Triliun
Komentar (0)
Memuat komentar…







