BORNEONEWS, Palangka Raya – Pembentukan pleton dalam pembinaan Polisi Keamanan Sekolah (PKS) tingkat SMA/SMK se-Kalimantan Tengah di SPN Polda Kalimantan Tengah tidak didasarkan pada asal daerah peserta.
Perwakilan Polda Kalimantan Tengah, Imam Riyadi, menjelaskan bahwa pengelompokan tersebut menjadi simbol kebhinekaan tanpa sekat suku, agama, maupun daerah.
“Di SPN ini kita satu bumi kandung, semuanya bersaudara. Tidak ada ego sektoral, semuanya saling menghargai,” ujar Imam Riyadi seperti dikutip Borneonews pada Senin, 16 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa setiap pergerakan wajib dalam ikatan pleton dan dipimpin secara teratur serta tidak diperkenankan berjalan sendiri-sendiri.
Menurutnya, disiplin menjadi nilai utama yang ditanamkan selama kegiatan berlangsung di lingkungan SPN.
Kegiatan pembinaan yang diikuti 381 siswa SMA/SMK se-Kalteng ini juga diatur secara ketat dari jam ke jam sesuai peraturan kehidupan siswa di lingkungan pendidikan kepolisian. (HERMAWAN DP/y)
Pembentukan Pleton PKS Jadi Simbol Kebhinekaan
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gubernur Kalteng Sebut Program PKS Jadi Sarana Penting Pembentukan Karakter Pelajar
Muhammadiyah Konsisten Bangun SDM dan Perkuat Kebhinekaan di Kalteng
Cap Go Meh 2026 Jadi Simbol Harmoni dan Keberagaman di Singkawang
Tari Manasai Lebih dari Sekadar Tarian, Simbol Keharmonisan Hidup Masyarakat Dayak
Peserta PKS Diingatkan Bijak Bermedia Sosial
Polda Kalteng Terapkan Disiplin Ketat Selama Pembinaan PKS di SPN
Komentar (0)
Memuat komentar…







