BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Mudahnya memalsukan identitas diri menjadikan kejahatan siber semakin menjamur. Mirisnya, belum banyak yang berhasil terbongkar. Bahkan, di Kabupaten Kobar belum satupun kasus penipuan online terungkap.
Praktisi Bisnis Online (BO), Ikhsanuddin menyebut, fenomena ini jelas mencemaskan. Padahal, sudah ada usaha pemerintah untuk membuat single identity number lewat program national e-authentification menggunakan nomor induk kependudukan (NIK).
Dengan program itu, sambung dia, membuat setiap warga negara hanya mempunyai satu kartu dan satu nomor kependudukan untuk melakukan segala kegiatan administrasi, mulai dari SIM sampai pada jaminan kesehatan.
"Faktanya, masih saja ada oknum yang bisa dengan mudah memalsukan identitas," sebut Ikhsanuddin, Rabu (7/6/2017).
Program e-KTP salah satunya ditujukan untuk membuat masyarakat mempunyai identitas tunggal. Dengan adanya identitas tunggal yang otentik dan tidak bisa dipalsukan, diyakini tingkat kejahatan siber dan perbankan akan berkurang.
Para pelaku penipuan lewat ATM misalnya, selama ini mereka sulit dilacak karena nama di rekening ternyata fiktif atau malah mengacu ke orang lain. Lemahnya integrasi sistem kependudukan ini akan menghadapi fakta semakin subur dan banyaknya model kejahatan seperti ini.
Semua pihak diharapkan mau duduk bersama untuk membicarakan hal penting ini. Karena pada dasarnya identitas tunggal ini tidak hanya tentang mengurangi kejahatan, namun juga tentang meningkatkan efektivitas administrasi negara. "Persoalan ini harus segera diselesaikan, harus jadi agenda prioritas," pintanya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-2)
Kejahatan Siber Menjamur karena Mudahnya Memalsukan Identitas
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bendahara Kelompok Tani Ini Bantah Memalsukan Surat Tanah
Jaksa Kejari Kapuas Ajukan Banding Atas Vonis H Mulyar Samsi dan Yunani
Pemilik Pabrik Pembuatan Madu Diduga Palsu Ditetapkan Tersangka
Jaksa Tidak Hadirkan Saksi Kunci, Tim Pengacara Terdakwa Pemalsuan Protes ke Hakim
Ketua Koperasi Diduga Palsukan Alat Bukti Dalam Kasus Pemalsuan
Pabrik Pembuatan Madu Diduga Palsu Digrebek
Komentar (0)
Memuat komentar…

