BORNEONEWS, Sampit - Riadi Junniardi akan mengajukan pembelaannya setelah JPU Kejari Kotawaringin Timur menuntutnya dengan pidana penjara selama 18 bulan, denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.
"Hakim mengagendakan sidang berikutnya pada 9 Juli 2017 nanti. Terdakwa diberi kesempatan untuk mengajukan pledoinya (pembelaan)," kata JPU dalam kasus itu, Datman Kataren, Kamis (22/6/2017).
Setelah pledoi dibacakan jaksa akan mengajukan replik kemudian ditanggapi lagi pengajuan duplik dari mantan Bendahara pada Dinas Perhubungan Kotim tersebut.
Riadi merupakan terdakwa korupsi pengadaan bahan bakar minyak (BBM) dan jasa servis kendaraan di Dishub Kotim, pada tahun anggaran 2015 lalu.
Dia harus menyandang status terdakwa setelah membuat laporan fiktif yang mengakibatkan negara alami kerugian sekitar Rp107 juta, akan tetapi sebelum tuntutan Riadi kooperatif.
Terdakwa mengembalikan kerugian negara sehingga jadi pertimbangan bagi jaksa ajukan tuntutan. Dalam kasus ini jaksa menganggap dia bersalah dan membidiknya dengan Pasal 9 UU Tipikor. (NACO/B-11)
Terdakwa Korupsi Dishub akan Ajukan Pembelaan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Terdakwa Korupsi Dishub Kotim Berencana Kembalikan Kerugian Negara
Terdakwa Korupsi Dishub Terancam 18 Bulan Penjara
JPU Susun Tuntutan untuk Terdakwa Korupsi Dishub Kotim
Kicauan Terdakwa Korupsi Dishub Tak Didukung Alat Bukti
Kasus Dugaan Korupsi di Dinas Perhubungan Kotim Hanya Seret Satu Tersangka
Terdakwa Korupsi Dishub Kotim akan Kembalikan Kerugian Negara
Komentar (0)
Memuat komentar…

