BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selain pendampingan untuk memulihkan trauma psikis, keluarga dan korban pemukulan yang dilakukan oknum Polisi Brigadir ASS juga perlu didampingi secara hukum.
Menurut Pekerja Sosial Kementerian Sosial RI Dadang Abdul Rahman yang langsung mendatangi rumah korban di Jalan Panglima Utar Gang Talar RT 2 Desa Sei Kapitan , Senin (17/7/2017), hal tersebut diperlukan agar jangan sampai korban dan keluarga malah menjadi pihak yang dipermainkan lantaran ketidakmengertian masalah hukum.
"Sebagai contoh, adanya surat perjanjian damai yang terkesan terpaksa tersebut. Padahal walaupun secara pribadi sudah berdamai, namun tidak membuat pengusutan kasus tersebut secara hukum selesai. Karena penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Polisi ini bukanlah delik aduan. Sehingga seharusnya institusi Kepolisian bisa langsung melakukan penindakan hukum pada pelaku penganiayaan," jelas Dadang.
Selain itu, lanjutnya, pelaku penganiayaan bisa dikenakan UU Perlindungan Anak. "Artinya surat perjanjian tersebut seharusnya sudah gugur demi hukum. Nah untuk mendampingi korban dan keluarga, maka seharusnya mereka didampingi oleh kuasa hukum," ujarnya.(WAHYU KRIDA/B-8)
Keluarga Korban Pemukulan Oknum Polisi Perlu Pendampingan Hukum
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kakek 60 Tahun Perkosa Gadis hingga Hamil dan Melahirkan, Keluarga Korban Nilai Polisi Belum Beri Keadilan
Gubernur Sarankan Ada Pendampingan Hukum bagi Yansen Binti
Kadin Kotim Ingin Mendapat Pendampingan Hukum dari Kejari
LKBH KORPRI Kotim Siap Beri Pendampingan Hukum pada PNS
Catatan Kelam Hari Anak Nasional, Guru Pancal Murid Hingga Tersungkur
Disdik Belum Terima Laporan Anak SD yang Dikeluarkan dari Sekolah Usai Dipukul Guru
Komentar (0)
Memuat komentar…

