BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kelangkaan elpiji 3 kg menjadi perhatian Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar). Pasalnya, kelangkaan tersebut berujung pada harga elpiji 3 kg yang melambung.
Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah meminta kepada masyarakat untuk melaporkan jika mengetahui adanya permainan pihak tertentu yang sengaja menimbun atau menjual gas elpiji dengan tidak semestinya. "Bila mengetahui informasi adanya spekulan atau pihak tertentu yang sengaja menimbun atau menjual gas elpiji 3 kg di luar aturan yang ada, silakan laporkan ke kami. Berbekal info tersebut, nantinya akan kita lakukan sidak," jelas Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah, Kamis (24/8/2017).
Berdasarkan informasi yang ia terima, akibat kelangkaan tersebut, harga elpiji melonjak hingga mencapai Rp40 ribu per tabung. "Padahal harga jual gas elpiji 3 kg tersebut sudah disubsidi oleh pemerintah. Karena gas elpiji 3 kg tersebut merupakan program pemerintah untuk mengonversi minyak tanah ke elpiji," jelasnya.
Untuk itulah Pemkab Kobar akan segera menggelar pertemuan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kobar serta distributor elpiji. "Pertemuan tersebut guna membahas kenapa dan apa penyebab berulangnya kelangkaan gas elpiji belakangan ini," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-2)
Ada yang Menimbun atau Jual Ellpiji 3 Kg dengan Harga Mahal, Laporkan!
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ketahuan Jual Elpiji di Atas HET, Pemilik Pangkalan Gelagapan
Pemkab Kobar Bentuk Tim Pemantau Pengendali Harga Gas 3 Kg Subsidi
Elpiji Subsidi Dijual Harga Komersial, Warga Kubu Berontak
Ini Harga Eceran ‘Tabung Melon’ di Tujuh Daerah di Kalteng
Harga Elpiji 3 Kg tingkat Pengecer di Kasongan Bervariasi
Catat! Ini Harga Eceran Tertinggi Elpiji di Kotawaringin Timur
Komentar (0)
Memuat komentar…

