BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Wakil Ketua PD Muhammadiyah, M Jalaluddin atau yang biasa disapa Jalal meminta aparat hukum untuk bertindak tegas terhadap kasus perusakan rumah jabatan (Rujab) Bupati Kapuas yang dilakukan oleh tersangka BDM, beberapa waktu lalu.
Sampai saat ini, katanya, kasus tersebut masih menggantung dan tidak ada kejelasan dari aparat penegak hukum. "Kasus perusakan rumah jabatan Bupati Kapuas oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Kapuas sepertinya masih menggantung," katanya, Jumat (29/9/2017) melalui pesan singkatnya.
Hal ini terlihat semenjak kasus ini terjadi dan ditetapkannya BDM sebagai tersangka. "Namun sang pelaku masih bisa menunaikan ibadah haji, bahkan sampai sang pelaku perusakan pulang dari Tanah Suci, kasusnya masih belum jelas," terang Jalal yang juga merupakan Ketua Korps Alumni HMI (KAHMI) ini.
Dirinya mempertanyakan mengapa kasus tersebut sampai saat ini tidak ada kejelasan. "Mungkinkah ini terjadi karena sang pelaku adalah keponakan orang nomor satu di Kabupaten Kapuas, ataukah ada kecenderungan lain yang mengakibatkan kasus ini menjadi terhenti," tanyanya.
Sedangkan, tambahnya, ada kasus lain yang lebih ringan dari itu, orang bisa langsung ditahan. "Kami selaku masyarakat berharap agar hukum bisa ditegakan seadil-adilnya, tidak tumpul ke atas tapi tajam ke bawah dan tidak dibawa ke ranah politik," pungkasnya. (HAMDI/B-2)
Warga Kapuas Pertanyakan Proses Hukum Perusak Rujab Bupati
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Perdie Sambut Kapolres Baru di Rujab
Patuhi Hukum, Warga Kembali Serahkan Senpi Rakitan ke Koramil 1016-05 Tumbang Jutuh
Aksi Kohati Peduli Kapuas Bantu Warga Tinggal di Poskamling
Konsorsium LSM Pertanyakan Kasus Pengancaman, Polda Pastikan Bukti Tidak Cukup
800 Paket Sembako Murah Untuk Warga Nasrani Kapuas Hilir Habis Dalam Hitungan Jam
Bupati Kapuas Awali Safari Natal ke Gereja Sinta
Komentar (0)
Memuat komentar…

