BORNEONEWS, Sampit - Penganiayaan yang dilakukan TSP alias Wan (27) terhadap Pusai, bakal membawanya lama di balik jeruji besi. Pasalnya, JPU Kejari Kotim Bruriyanto Sukahar menuntut terdakwa tiga tahun penjara.
"Terdakwa terbukti melakukan penganiayaan sebagaimana Pasal 351 Ayat (2) KUHP," kata jaksa, dalam tuntutannya di Pengadilan Negeri Sampit, Senin (17/10/2017).
Hal yang memberatkan terdakwam yakni perbuatannya harus membuat tangan korban Pusai cacat pasca dibacok. Sementara yang meringankan, TSP bersikap sopan selama persidangan dan mengakui terus terang perbuatannya itu. Atas tuntutan itu terdakwa meminta keringanan.
TSP melakukan penganiayaan itu pada Minggu (25/6/2017) sekitar pukul 22.00 WIB di samping sebuah warung di Jalan Samekto, RT 12 RW 4, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang.
Pembacokan itu bermula saat korban melarang terdakwa duduk di sekitar gedung walet yang dijaga korban, karena saat itu kondisi sudah malam. Saat itulah TSP marah dan membacok korban
Akibat perbuatannya itu tangan kanan, kiri, kepala, dahi, leher, dada, tangan sebelah kanan, bahu, punggung luka dan mengakibatkan 10 mata luka. (NACO/B-11)
Korban Cacat, Tito Terancam 3 Tahun Penjara
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dua Tersangka Penganiaya Atasan Terancam Tujuh Tahun Penjara
Aniaya Selingkuhan Istri, Ka Dihukum 16 Bulan Penjara
Aniaya IRT, Kades Terpilih Desa Batuah Terancam Dilaporkan
Pemuda Penendang \'Burung\' Ayah Kandung Divonis 7 Bulan Penjara
Penganiaya Ayah Kandung Dituntut Setahun Penjara
Korban Pembacokan tak Berani Hadir Dalam Sidang Setelah Terkuak Bawa Kabur Istri Orang
Komentar (0)
Memuat komentar…

