BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Proyek peningkatan jalan lingkungan yang berlokasi di Jalan Tanjung Puting Gang Ujung Atap menuai protes warga setempat. Pasalnya, proyek pengecoran jalan yang dikerjakan oleh kontraktor CV Masvindo Nusantara ini hanya dilakukan setengah dari panjang gang yang terdapat di permukiman warga tersebut.
Anehnya, pada plang proyek tertulis proyek ini merupakan lanjutan dari Gang Pongo II RT 14 yang sebenarnya berada di bagian depan kompleks perumahan. "Saat saya tanya dengan kontraktor yang kebetulan berada di lokasi proyek, peningkatan jalan di depan perumahan kami ini hanya mengerjakan sisa proyek dari lokasi lain," ujar Mustaklim, warga setempat, Minggu (22/10/2017).
Ia juga heran dengan kecilnya nilai proyek peningkatan jalan tersebut. "Masa di plang proyek tertulis harga borongannya Rp57.074.800 saja. Akibatnya, proyek yang dibangun hanya setengah dari panjang gang ini. Kata kontraktornya panjang jalan yang dicor hanya 55 meter saja dari bagian ujung gang buntu. Akibatnya separuh jalan hingga muara gang tidak tersentuh pengerjaan apapun ," ujar Mustaklim.
Amel, warga lainnya juga mengeluhkan proyek tersebut. "Bila ruas gang yang dicor hanya separuh atau tidak sampai muara gang, maka kami khawatir bila hari hujan air malah menggenangi halaman kami. Lantaran selama ini air hujan mengalir sebagian besar lewat badan jalan menuju bagian gang buntu. Lantaran parit yang dibuat warga secara swadaya bentuknya kecil," jelasnya.
Di tempat yang sama, Suliman selaku kontraktor CV Masvindo Nusantara, saat dimintai konfirmasi terkait hal ini mengatakan, ia tidak mampu berbuat apa-apa lantaran nilai proyek yang sangat kecil tersebut. "Mohon maaf kami tidak bisa ngapa-ngapain mas. Bila nanti ada orang PU datang silakan sampaikan saja keberatan warga," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-2)
Warga Protes, Proyek Pengecoran Hanya Separuh Panjang Gang
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Fadil Ditemukan Tewas Membusuk, Warga Gang Kadadiyut Heboh
Legislator ini Protes Soal Draf Kursi DPRD Kotim
FELDA Protes Keras Kebijakan Diskriminatif Uni Eropa
Siswa dari Desa Juking Panjang Terpaksa Gunakan Perahu Karet untuk ke Sekolah
Libur Panjang Natal dan Tahun Baru, Waktunya Sunatan Anak
Antrean Terlalu Panjang, Wisatawan Batal Naik Perahu Wisata
Komentar (0)
Memuat komentar…

