BORNEONEWS, Sukamara - Program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sukamara telah menghasilkan 235 ekor sapi betina bunting.
"Hasil dari evaluasi Upsus Siwab hingga November 2017, ada sebanyak 180 ekor sapi yang sudah Inseminasi Buatan (IB), 235 ekor sapi bunting dan 67 ekor sapi melahirkan," ucap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sukamara Irlan Kodriansyah melalui Kabid Peternakan Syamsir Hidayat, Senin (27/11/2017).
Menurut dia, DKPP melalui Tim Percepatan Kegiatan Upsus Siwab Kabupaten Sukamara telah berusaha semaksimal mungkin agar bisa mencapai target. "Kita terus berupaya dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat agar warga yang memiliki ternak sapi bisa lebih berperan aktif," ucap Syamsir Hidayat.
Syamsir menjelaskan, manfaat dari IB atau kawin suntik adalah untuk meningkatkan mutu genetik sapi lokal, mengatasi masalah kekurangan pejantan unggul dan mengurangi penyebaran penyakit. "Selain itu, peternak juga bisa memilih jenis keturunan, mencegah terjadinya kawin sedarah atau inbreeding," ujarnya. (NORHASANAH/B-2)
Program Upsus Siwab Hasilkan 235 Ekor Sapi Bunting
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Masyarakat Harus Berperan Aktif Sukseskan Program Upsus Siwab
DKPP Sukamara Evaluasi Program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting
Populasi Sapi Kobar Tahun 2017 Capai 23 Ribu Ekor
Delapan Petugas DKPP Jalankan Program Upsus Siwab
Agar Sapi Tidak Tertular Brucellosis Peternak Harus Sanitasi Kandang
Sapi yang Terkena Brucellosis Punya Perbedaan Ini
Komentar (0)
Memuat komentar…

