BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam sidang lanjutan soal sengketa lahan Balai Benih yang berlokasi di Jalan Padat Karya antara ahli waris Brata Ruswanda dan Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar) hingga menyebabkan 4 Aparatur Sipil Negara (ASN) dijadikan terdakwa, sebanyak 6 saksi diperiksa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun, Senin (4/12/2017).
Enam saksi tersebut adalah Gusti Muhammad Ali, Khambali, Tarwono, Darmawani Kadir, Tarmizi Tahera dan Ayumara. Salah satu saksi yaitu Gusti Muhammad Ali yang dihadirkan di persidangan mengungkapkan fakta yang menarik.
Menurut saksi lokasi tanah 10 hektare yang menjadi objek sengketa saat ini statusnya dipinjam oleh Brata Ruswanda yang saat itu menurutnya alan digunakan sebagai lokasi praktek pertanian dari Utin Amnah "Proses jual beli lahan yang dilakukan saat itu adalah lokasi tanah diluar lahan 10 hektare yang menjadi objek sengketa. Saat itu almarhum Brata Ruswanda membeli tanah tersebut dari Utin Amnah yang merupakan bibi saya seharga tiga rupiah guna didirikan kantor pertanian," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-8)
Saksi Nyatakan Tanah Objek Sengketa Sebenarnya Dipinjam dari Utin Amnah
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rata-Rata Saksi Sampaikan Objek Sengketa Milik Pemkab Kobar
Sengketa Tanah Jalan Pelita, Objek dan Tergugat Dinilai Salah Alamat
Kesaksian Dikonfrontir, Saksi Ervan Rasid Terlihat Emosi
Tanah Sekolah Bermasalah, Murid SDN 3 Puruk Cahu Seberang Terpaksa Numpang Belajar di Rumah Dinas
Listrik Padam, Suara Saksi Sengketa Lahan Antara Ahli Waris Brata Ruswanda dan Pemkab Kobar Tidak Jelas Terdengar
Penggugat Sengketa Tanah Jalan A Yani Sampit Minta Ganti Rugi Rp1 Miliar
Komentar (0)
Memuat komentar…

