BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, menilai dukungan relawan di bidang kesehatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu ditingkatkan. Jumlah relawan yang tersedia dinilai belum sebanding dengan banyaknya petugas yang berada di lapangan.
Kepala Dinkes Kobar, Hardino, mengatakan keterbatasan tersebut menjadi perhatian dalam mendukung kebutuhan kesehatan selama proses penanganan karhutla, terutama di lokasi yang melibatkan banyak personel.
“Untuk relawan di area kesehatan masih kurang karena belum sesuai dengan jumlah petugas di lapangan,” ujarnya, Kamis, 29 Oktober 2026.
Kebutuhan dukungan kesehatan tersebut menjadi perhatian di tengah keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Berdasarkan data yang dihimpun untuk sejumlah resor, personel yang terlibat berasal dari instansi pemerintah, TNI-Polri, organisasi masyarakat, pelaku wisata, perusahaan, hingga masyarakat setempat.
Di Resor Tanjung Harapan/Pesalat, data mencatat personel dari Balai TN Tanjung Puting sebanyak 16 orang, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kalimantan 17 orang, pelaku wisata dari HPI, TCA, dan HKWK sebanyak 37 orang, YOHK 32 orang, Tanjung Lestari delapan orang, FNPF sembilan orang, OFI 14 orang, serta OF-UK tiga orang.
Selain itu, terdapat 10 orang dari Puskesmas Kumai, 28 orang dari masyarakat Desa Sekonyer yang terdiri atas Pokdarwis, MMP, dan MPA, serta 15 orang dari BPBD Kobar, empat orang dari PMI, dan 10 orang BKO Ditjen KSDAE.
Data pada resor yang sama juga mencantumkan 200 personel TNI, termasuk tambahan 50 orang, serta 40 personel Polri.
Sementara itu, di Resor Teluk Pulai tercatat 45 personel, terdiri atas enam orang dari TNTP, tiga orang MPA Teluk Pulai, 15 orang BKO Kementerian Kehutanan, 11 personel TNI, 5 personel Polri, 4 orang dari OF-UK, 5 orang dari PT BGA/ASMR, dan satu orang dari Puskesmas Teluk Bogam.
Kemudian, di Resor Sungai Cabang tercatat 112 personel, yakni 6 orang dari TNTP, 4 orang masyarakat Sungai Cabang, 98 orang dari tim PT Kumai Sentosa, 2 personel Polri, dan 2 orang dari Puskesmas Teluk Bogam. Adapun Resor Tanjung Rengas melibatkan 16 personel, terdiri atas 10 personel TNI dan 6 orang dari TNTP.
Selanjutnya, di Resor Sungai Perlu tercatat 28 personel, meliputi 5 orang dari TNTP, 20 personel TNI, dan 3 tenaga medis dari PT KAL. Data tersebut memperlihatkan keterlibatan personel dengan latar belakang dan tugas berbeda dalam penanganan karhutla di sejumlah lokasi kawasan TNTP.
Data tersebut menunjukkan penanganan karhutla di kawasan TNTP melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur dengan tugas yang berbeda di masing-masing lokasi. Keterlibatan tenaga kesehatan penting untuk mendukung pemantauan kondisi personel selama bertugas.
Karena itu, kebutuhan relawan kesehatan masih menjadi perhatian agar dukungan pelayanan kesehatan dapat berjalan seiring dengan banyaknya personel yang terlibat dalam penanganan karhutla. (NURITA/y)









