BORNEONEWS,  Kuala Pembuang – Kondisi cuaca di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, diperkirakan masih didominasi cuaca berawan dalam satu pekan ke depan.

Potensi hujan diprakirakan tetap ada, tetapi jumlahnya relatif sedikit dan belum merata sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi H. Hasan Kotawaringin Timur, Alfa Centauri, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Kantor BPBD Seruyan, Kamis, 29 Oktober 2026.

Menurut Alfa, berdasarkan pembaruan kondisi cuaca, wilayah Seruyan masih berada dalam kondisi kering dengan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran yang sangat tinggi.

“Berdasarkan update kondisi cuaca untuk wilayah Seruyan masih berada pada kategori sangat mudah terbakar. Jadi, satu minggu ke depan kemungkinan curah hujan masih belum merata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan masa peralihan menuju awal musim hujan. Pada periode ini, hujan memang mulai berpotensi turun, tetapi intensitas dan sebarannya belum cukup merata untuk membasahi seluruh wilayah.

Karena itu, masyarakat di Kabupaten Seruyan diminta tetap mewaspadai potensi karhutla, terutama ketika cuaca kering masih berlangsung dan hujan belum turun secara konsisten.

Alfa juga menjelaskan bahwa waktu puncak musim hujan di Kabupaten Seruyan diperkirakan berbeda antara wilayah hulu, tengah, dan hilir.

Untuk Seruyan bagian hulu, periode puncak musim hujan diperkirakan berlangsung pada 11–20 Oktober. Sementara itu, wilayah Seruyan bagian tengah diperkirakan memasuki periode tersebut pada 21 hingga akhir Oktober.

Adapun wilayah Seruyan bagian hilir  diperkirakan mengalami puncak musim hujan lebih lambat, yakni pada akhir November.

Perbedaan waktu tersebut menunjukkan bahwa kondisi cuaca di setiap wilayah Seruyan tidak selalu sama. Karena itu, potensi hujan di satu kecamatan belum tentu menandakan bahwa wilayah lainnya telah memasuki musim hujan secara konsisten.

Dengan kondisi cuaca yang masih kering dan potensi hujan yang belum merata, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan perlu terus dilakukan. (FAHRUL/H)