BORNEONEWS, Palangka Raya – Hujan mengguyur wilayah Kota Palangka Raya selama empat hari terakhir, membawa angin segar sekaligus perbaikan signifikan terhadap kualitas udara yang sebelumnya tertekan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya per Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB, konsentrasi partikel PM2.5 tercatat sebesar 79 µg/m³ setelah sempat pada angka hingga 300 µg/m³.

Prakiraan cuaca BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Andriani menjelaskan bahwa curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berdampak nyata terhadap pembersihan udara dari polutan dan partikel asap.

"Hujan yang turun selama empat hari berturut - turut membantu menurunkan konsentrasi partikel debu halus di udara secara bertahap," ujarnya.

Meskipun telah terjadi penurunan yang cukup berarti, nilai 79 µg/m³ masih berada di ambang batas kategori tidak sehat.

Artinya, masyarakat terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan tetap disarankan untuk berhati-hati dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

Lian menyebutkan bahwa perbaikan kualitas udara juga didukung oleh kelembapan udara yang meningkat serta pergerakan angin yang cukup baik di wilayah Kalimantan Tengah.

Kondisi atmosfer yang lebih stabil ini diharapkan dapat terus menekan potensi kebakaran sekaligus membersihkan sisa-sisa kabut asap yang masih tertinggal.

"Penurunan ini merupakan perkembangan positif, namun kita tetap harus memantau perkembangannya. Kualitas udara masih bisa berubah tergantung kondisi cuaca dan aktivitas pembakaran di sekitar wilayah kita," tegasnya.

"Masyarakat diharapkan tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga kebersihan lingkungan, dan tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memperburuk kualitas udara yang sedang dalam proses pemulihan ini," pungkasnya. (PATHUR/y)