BORNEONEWS, Palangka Raya – Kota Palangka Raya kembali diguyur hujan pada Selasa 27 Oktober 2026, menyusul hujan yang juga turun sehari sebelumnya pada Senin 26 Oktober 2026.
Berdasarkan pantauan, hujan yang berlangsung sejak dini hari hingga pagi ini terasa merata di seluruh wilayah kota.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Andriani, menjelaskan bahwa meski hujan sudah mulai terasa, pada Oktober 2026 sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah masih mencatat curah hujan di bawah normal atau kategori rendah. Artinya, kondisi yang relatif kering masih akan terasa pada paruh pertama bulan ini.
"Kondisi ini berarti potensi kebakaran hutan dan lahan belum sepenuhnya hilang. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak lengah, karena curah hujan yang belum merata masih menyisakan lahan kering yang berisiko terbakar," ungkap Lian Andriani, Selasa, 27 Oktober 2026.
Peningkatan signifikan diprakirakan akan terjadi mulai bulan November 2026, di mana curah hujan secara umum akan meningkat ke kategori menengah, berkisar antara 100 hingga 300 milimeter.
Namun di wilayah tertentu seperti sebagian Kabupaten Gunung Mas, Murung Raya, dan Barito Utara, curah hujan dapat mencapai 300 hingga 400 milimeter.
Peningkatan curah hujan akan terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. Mulai Desember 2026 hingga Januari 2027, curah hujan di Kalimantan Tengah secara umum diprakirakan berada pada kategori tinggi, berkisar antara 300 hingga 500 milimeter per bulan.
Periode ini diperkirakan menjadi puncak musim hujan di wilayah provinsi Kalimantan Tengah.
Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan informasi prakiraan cuaca ini untuk merencanakan aktivitas sehari-hari maupun kegiatan pertanian.
"Sementara itu, di masa peralihan ini, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, sekaligus bersiap menghadapi kemungkinan cuaca yang berubah-ubah dalam waktu singkat," pungkasnya. (PATHUR/R)









