BORNEONEWS, Pangkalan Bun-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Nasional Batch VI Tahun 2026. Sebanyak 62 peserta mengikuti 5 program pelatihan yang digelar di Aula Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) pada Rabu, 28 Oktober 2026 lalu.
Kepala Disnakertrans Kobar, Yudhi Hudaya menyampaikan kegiatan tersebut bagian dari upaya pemerintah daerah menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri sekaligus mampu membuka peluang usaha secara mandiri.
“Pelatihan vokasi ini merupakan kesempatan berharga bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi," ujarnya, Jumat, 30 Oktober 2026.
Diketahui, bahwa pelaksanaan pelatihan didukung Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi berdasarkan DIPA Tahun Anggaran 2026.
Kepala Disnakertrans Kobar, Yudhi Hudaya menilai pelatihan vokasi menjadi kesempatan penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan kerja di tengah persaingan yang semakin ketat.
Ia juga mengingatkan peserta agar menjaga disiplin selama mengikuti pelatihan sehingga tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi benar-benar menguasai kompetensi yang dibutuhkan di lapangan.
Adapun 5 bidang pelatihan yang diselenggarakan meliputi Pengelolaan Administrasi Perkantoran dan Menjahit Pakaian Sesuai Style masing-masing selama 260 jam pelajaran (JP), Merias Wajah 160 JP, serta Pembuatan Roti dan Kue dan Pembudidayaan Sayuran Hidroponik masing-masing 140 JP.
Melalui program tersebut, Disnakertrans Kobar berharap semakin banyak tenaga kerja lokal yang memiliki daya saing tinggi, produktif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
"Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif belajar, serta memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” pungkasnya.
(NURITA/y)









