BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lima kabupaten di Kalimantan Tengah. Bantuan tersebut menyasar 226 kepala keluarga (KK) dengan total bantuan mencapai 4,48 ton beras dan 448 liter minyak goreng.
Penyaluran bantuan kemanusiaan ini dilaksanakan secara bertahap selama tiga hari, mulai Jumat, 30 Oktober 2026 hingga Minggu, 1 November 2026. Distribusi dilakukan melalui sejumlah unit regional perusahaan untuk memastikan bantuan tersampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Lima kabupaten penerima bantuan tersebut meliputi Kotawaringin Barat sebanyak 95 KK, Lamandau 39 KK, Pulang Pisau 45 KK, Kapuas 24 KK, dan Barito Utara 23 KK.
Setiap keluarga penerima mendapatkan paket sembako berupa 20 kilogram beras premium dan dua liter minyak goreng. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang aktivitas kesehariannya terdampak bencana karhutla.
Manager CSR PT SSMS Tbk, Abdur Rohman, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi masyarakat di sekitar wilayah operasional perkebunan.
"Perusahaan senantiasa peduli dengan apa yang dirasakan oleh masyarakat yang berada di sekitar operasional perkebunan. Mudah-mudahan ini dapat meringankan keluarga yang terdampak karhutla di sekitar operasional perkebunan," jelas Abdur Rohman.
Menurut Abdur Rohman, dampak karhutla tidak hanya dirasakan terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas perekonomian warga.
"Karena itu, perusahaan berupaya hadir melalui bantuan kebutuhan pokok untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan," jelas Abdur Rohman.
Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari perwakilan warga penerima manfaat. Kehadiran bantuan sembako dinilai membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah kondisi sulit akibat dampak karhutla.
Melalui program tersebut, PT SSMS Tbk menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perkebunan. (WAHYU KRIDA/H)









