BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Hasil perkebunan yang dikelola warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kapuas mulai mendapat tempat di masyarakat. Berbagai bibit sayuran hingga media tanam hasil produksi warga binaan tersebut diminati keluarga yang datang berkunjung maupun warga yang tinggal di sekitar Rutan.
Produk yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari bibit tomat, cabai rawit, terong hijau, dan terong bulat hingga sekam bakar, tanah subur, serta pupuk kandang. Seluruh produk tersebut merupakan hasil kegiatan perkebunan dan pengolahan yang dikerjakan warga binaan.
Tingginya minat pembeli membuat sejumlah produk pertanian tersebut laris di pasaran. Masyarakat tidak hanya membeli bibit untuk ditanam di lahan pertanian, tetapi juga memanfaatkan media tanam yang tersedia untuk kebutuhan berkebun di pekarangan rumah.
Kualitas produk dan harga yang bersaing menjadi daya tarik bagi pembeli. Bibit sayuran dan media tanam yang dihasilkan dinilai cukup baik untuk menunjang kegiatan bercocok tanam. Kondisi ini membuat hasil kebun Rutan Kapuas tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan internal, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Rutan Kapuas, Daniel Kristianto, mengatakan tingginya minat masyarakat menjadi salah satu indikator bahwa keterampilan yang diberikan kepada warga binaan dapat menghasilkan produk yang diterima konsumen.
"Ini adalah bukti nyata bahwa program bimbingan kerja dan kemandirian yang kami jalankan berjalan sangat efektif. Kami tidak hanya sekadar memberikan kesibukan, tetapi sungguh-sungguh membekali mereka dengan keterampilan agribisnis. Larisnya produk ini di pasaran menunjukkan bahwa stigma negatif bisa ditepis, dan karya warga binaan diakui kualitasnya serta diterima dengan sangat baik oleh masyarakat," kata Daniel, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Kegiatan perkebunan tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui kegiatan ini, mereka memperoleh pengalaman dalam pembibitan tanaman, pengolahan media tanam, hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.
Penerimaan masyarakat terhadap hasil produksi tersebut juga membuka ruang bagi warga binaan untuk menunjukkan keterampilan melalui karya yang bisa dimanfaatkan orang lain. Dengan demikian, kegiatan pembinaan tidak berhenti pada proses pelatihan, tetapi menghasilkan produk yang dapat dipasarkan.
Rutan Kapuas berencana mengembangkan kegiatan perkebunan dengan menambah varietas bibit tanaman dan meningkatkan kapasitas produksi media tanam. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pilihan produk sekaligus memenuhi permintaan masyarakat.
Selain memberikan nilai ekonomi selama menjalani masa pembinaan, keterampilan pertanian tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat. Tingginya minat terhadap hasil kebun mereka menjadi gambaran bahwa produk warga binaan memiliki peluang untuk bersaing dan diterima konsumen. (SABRIANOOR/H)









