BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis air bersih menjadi persoalan yang dihadapi warga Desa Pantap, Kecamatan Mentaya Hulu, dan Desa Biru Maju, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), selama musim kemarau 2026.

Di tengah kondisi tersebut, PT Tapian Nadenggan melalui unit operasional Kalimantan Tengah 3, bagian dari Sinarmas Agribusiness and Food, juga memberikan bantuan pemadaman kebakaran lahan dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

"Kondisi kemarau menjadi perhatian bersama karena masyarakat menghadapi resiko kebakaran sekaligus saat ini keterbatasan air bersih," kata Kepala Desa Pantap, Masruri, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Menurut Masruri, kemarau panjang ini berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Selain menghadapi ancaman kebakaran lahan, warga juga kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berkurangnya sumber air bersih membuat masyarakat harus menghemat pemakaian air. Situasi tersebut semakin menyulitkan ketika kebutuhan air untuk rumah tangga, fasilitas umum, dan aktivitas lainnya harus dipenuhi secara bersamaan.

Saat kondisi tersebut, PT Tapian Nadenggan pro aktif menyalurkan air bersih kepada warga, sekolah, dan Kantor Desa Pantap yang mengalami keterbatasan pasokan selama kemarau.

"Kami mengapresiasi bantuan yang diberikan dan berharap koordinasi antara pemerintah desa, masyarakat, serta pihak terkait terus diperkuat, terutama untuk pencegahan kebakaran, pelaporan dini, dan pengelolaan sumber air," imbuh Masruri.

Bantuan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat. Syarif, warga Desa Pantap, mengatakan pasokan air bersih sangat membantu ketika sumber air yang biasa digunakan mulai sulit diperoleh.

"Saat sumber air mulai sulit didapat, kami harus lebih hemat menggunakan air untuk kebutuhan keluarga," kata Syarif.

Keterbatasan air bersih layak konsumsi membuatnya harus lebih cermat mengatur pemakaian agar kebutuhan pokok keluarga tetap terpenuhi. Karena itu, bantuan pasokan air menjadi salah satu dukungan penting selama kondisi kemarau.

"Bantuan air bersih ini cukup membantu, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Kami berharap kondisi segera membaik dan ketersediaan air kembali normal," tambahnya.

Dampak kekeringan juga dirasakan di lingkungan pendidikan. Kepala SDN 1 Pantap Ahmad Muzakir mengatakan, ketersediaan air bersih sangat penting untuk menjaga kebersihan sekolah, fasilitas sanitasi, dan kelancaran kegiatan belajar mengajar.

"Bantuan air selama kemarau membantu sekolah memenuhi kebutuhan air untuk menunjang aktivitas belajar mengajar," katanya.

Selain memenuhi kebutuhan air bersih, PT Tapian Nadenggan turut aktif membantu penanganan karhutla di Desa Pantap dan Desa Biru Maju. Sejak 1 September hingga 13 Oktober 2026, tim perusahaan terlibat dalam penanganan 16 kejadian kebakaran lahan masyarakat.

Penanganan tersebut melibatkan lebih dari 600 personel dengan dukungan mobil pemadam kebakaran dan mesin pompa bertekanan tinggi. Seluruh kegiatan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait di lapangan serta memperhatikan keselamatan personel.

Upaya membantu masyarakat juga dilakukan melalui penyiraman jalan akses masyarakat di Desa Pantap sepanjang satu kilometer. Langkah ini bertujuan mengurangi debu yang muncul akibat kondisi jalan kering selama musim kemarau.

Tidak hanya bantuan darurat, perusahaan turut mendukung pembuatan waduk dengan kapasitas tampung yang direncanakan mencapai 200 meter kubik. Waduk tersebut diproyeksikan menjadi cadangan air bagi pesantren dan masyarakat sekitar ketika sumber air berkurang. Pengelolaan dan pemeliharaannya nantinya membutuhkan keterlibatan bersama.

Perwakilan PT Tapian Nadenggan dari Kebun Sei Rindu Lukas Sumarso mengatakan, bantuan tersebut disalurkan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kemampuan sumber daya perusahaan.

"Kami memahami bahwa kebakaran lahan dan kekeringan membawa tantangan bagi masyarakat. Melalui koordinasi dengan pemerintah desa, aparat, dan warga, kami berupaya membantu sesuai dengan kemampuan yang ada," ujarnya.

Lukas berharap dukungan tersebut bisa meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla dan dampak kemarau.

"Kami berharap dukungan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat, sementara upaya pencegahan dan kesiapsiagaan tetap menjadi perhatian bersama," pungkasnya.

Ketua GAPKI Kalimantan Tengah Au Rizky Djaya D mengapresiasi keterlibatan perusahaan dalam membantu masyarakat menghadapi karhutla dan kekeringan. Menurutnya, dukungan tersebut sejalan dengan komitmen GAPKI Kalteng dalam mendorong peran perusahaan perkebunan pada upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

"Kami mengapresiasi langkah Perusahaan tidak hanya dibutuhkan dalam pencegahan dan penanganan karhutla, tetapi juga dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau, termasuk keterbatasan air bersih. Kami berharap keterlibatan seperti ini terus diperkuat melalui koordinasi dengan pemerintah dan masyarakat," ujar Rizky.

Sinarmas Agribusiness and Food, yang juga merupakan anggota GAPKI, melalui PT Tapian Nadenggan menunjukkan keterlibatan dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan lingkungan dan dampak kemarau.

Bantuan pemadaman, distribusi air bersih, penyiraman jalan, hingga dukungan pembangunan waduk menjadi bagian dari upaya menghadapi dampak musim kemarau panjang. Program tersebut membutuhkan kerja sama perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan. (DEWI PATMALASARI/H)