BORNEONEWS, MANADO – Guguran lava pijar Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, meluncur ke sejumlah alur sungai dan berpotensi mengancam wilayah di sekitarnya. Masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman guguran lava dan lahar hujan.

Personel Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang, Nadhif Dhaifullah, melaporkan guguran lava pijar dari puncak kawah utara mengalir ke arah selatan sejauh sekitar 200-700 meter, kemudian berbelok ke barat dan barat daya.

Aliran lava tersebut mencapai jarak sekitar 700-1.000 meter dan berpotensi mengarah ke Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, serta Kali Kiawang.

Sementara itu, guguran lava ke arah barat laut teramati sejauh 500-700 meter dengan potensi mengarah ke Kali Batuare, Kali Batukole, dan Kali Malrbuhe.

Berdasarkan laporan pengamatan periode 30 Oktober 2026, aktivitas vulkanik Gunung Karangetang juga ditandai dengan munculnya sinar api di puncak kawah utara setinggi sekitar 5-200 meter dan kawah selatan sekitar 5-150 meter pada malam hari.

Pos PGA turut mencatat aktivitas kegempaan berupa 64 kali gempa guguran, 238 kali gempa embusan, 55 kali tremor non-harmonik, 40 kali tremor harmonik, satu kali gempa tornillo, tiga kali gempa vulkanik dangkal, dan delapan kali gempa tektonik jauh.

Status Waspada, Warga Diminta Menjauhi Zona Bahaya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menetapkan status Gunung Karangetang pada Level II atau Waspada.

Masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang mendekati, mendaki, maupun beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari puncak kawah utara dan kawah utama di selatan. Pembatasan juga berlaku pada perluasan zona sektoral ke arah selatan dan barat daya sejauh 2,5 kilometer.

PGA mengingatkan potensi guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat tumpukan material lava yang belum stabil. Ancaman tersebut terutama perlu diwaspadai pada sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Karangetang diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke wilayah pesisir.

Masyarakat diimbau mematuhi rekomendasi resmi otoritas terkait dan tidak melakukan aktivitas di kawasan yang masuk zona prakiraan bahaya.

SUMBER: ANTARA