BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Rizal, warga Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, mencoba merintis usaha budidaya cacing tanah dengan menyasar pasar khusus, yakni kalangan penghobi memancing. Cacing tersebut dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan para pemancing yang memerlukan umpan saat memancing.

Dalam penawarannya, Rizal menjual 20 ekor cacing dengan harga Rp5.000. Ia juga memberikan layanan gratis ongkos kirim untuk wilayah Kota Kuala Kapuas dengan minimal pembelian Rp20.000.

Lokasi penjualannya berada di kawasan Pasar Minggu, Pulau Telo, Kuala Kapuas. Calon pembeli juga dipersilakan menghubunginya terlebih dahulu untuk menanyakan ketersediaan maupun kualitas cacing yang ditawarkan.

Rizal menyebut cacing berukuran besar menjadi pilihan utama yang dijual. Sementara cacing berukuran lebih kecil diberikan sebagai bonus kepada pembeli.

"Kita jual yang gede-gede saja yang ada lingkar oren di kepala, yang kecil-kecil sebagai bonus," ucapnya, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Terkait keuntungan, Rizal belum mengungkapkan angka pasti dari usaha yang dirintisnya. Menurutnya, hasil penjualan bergantung pada permintaan pembeli.

Budidaya cacing sendiri dapat dilakukan dengan memanfaatkan media organik sebagai tempat hidup sekaligus sumber makanan. Media pemeliharaan perlu dijaga kelembapannya agar mendukung pertumbuhan cacing. Selain itu, pemberian pakan dan kondisi tempat pemeliharaan juga perlu diperhatikan.

Dalam budidaya cacing tanah, bahan organik seperti sisa sayuran dan material organik yang telah terurai dapat dimanfaatkan sebagai pakan, dengan tetap memperhatikan kesesuaian bahan dan kondisi media pemeliharaan.

Meski menyasar pasar terbatas, usaha yang dirintis Rizal memperlihatkan adanya peluang pemasaran komoditas yang memiliki kebutuhan khusus. Dalam hal ini, kalangan penghobi mancing menjadi calon konsumen yang dibidik melalui penjualan cacing secara eceran di Kuala Kapuas. (SABRIANOOR/H)