BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Kenaikan harga ponsel baru mulai mengubah harga jual ponsel bekas di Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas. Tak hanya mengikuti kenaikan harga perangkat baru, sejumlah ponsel seken kini bahkan dijual lebih mahal dibandingkan harga barunya saat pertama kali dipasarkan.

Fenomena tersebut terlihat di kawasan pertokoan ponsel Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kuala Kapuas. Seorang pedagang menunjukkan salah satu contohnya, yakni Infinix Smart 10 dengan RAM 4 GB dan memori internal 128 GB.

Menurut Wahdi, salah satu penjual ponsel di kawasan tersebut, perangkat yang saat awal peluncurannya dijual dalam kondisi baru dan masih tersegel sekitar Rp1,2 juta, kini harga bekasnya mencapai Rp1,7 juta.

"Ini contohnya harga sekennya Rp1,7 juta. Untuk Infinix Smart 10 internal 128," ucap Wahdi saat menunjukkan ponsel tersebut, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Kenaikan harga itu, menurut dia, tidak hanya terjadi pada satu jenis perangkat. Ponsel bekas dengan kondisi fisik dan fungsi yang masih baik kini rata-rata dijual di atas Rp1,5 juta.

"Tidak ada lagi yang kisaran Rp1 jutaan kecil. Mungkin di marketplace masih ada yang jual, tergantung kondisi dan tahun pemakaian," tambahnya.

Untuk ponsel dengan kapasitas RAM di atas 4 GB, harga jualnya bahkan rata-rata sudah berada di atas Rp3 juta. Meski demikian, masih ada beberapa tipe ponsel bekas dengan spesifikasi tersebut yang ditawarkan pada kisaran Rp2 juta hingga Rp3 juta.

Kondisi ini memperlihatkan bagaimana kenaikan harga perangkat baru turut memengaruhi pasar barang bekas. Ponsel yang sebelumnya dianggap sebagai alternatif lebih murah kini tidak selalu bisa diperoleh dengan harga rendah.

Bagi calon pembeli, kondisi tersebut membuat pilihan ponsel seken perlu dipertimbangkan lebih cermat. Selain harga, kondisi perangkat, kapasitas penyimpanan, usia pemakaian, dan kelayakan fungsi menjadi faktor penting sebelum memutuskan membeli.

Wahdi mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana kondisi keseluruhan daya beli masyarakat terhadap ponsel bekas. Namun, menurut pengamatannya, semakin banyak masyarakat yang mulai melirik perangkat seken, salah satunya karena harga ponsel baru yang mengalami kenaikan.

Fenomena di pasar ponsel Kuala Kapuas ini menunjukkan bahwa kenaikan harga perangkat baru tidak berhenti pada segmen penjualan resmi. Dampaknya merembet hingga pasar barang bekas, bahkan membuat sejumlah ponsel yang sebelumnya dibeli dengan harga relatif murah kini memiliki nilai jual kembali lebih tinggi. (SABRIANOOR/H)