BORNEONEWS, Tamiang Layang – Staf Ahli Bupati Barito Timur Bidang Hukum dan Politik, Osa Awatanu, mendorong 23 lulusan Sekolah Tinggi Teologi Permata Bangsa Barito (STT PBB) mengamalkan ilmu yang mereka peroleh untuk melayani masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
Osa menyampaikan pesan tersebut saat mewakili Bupati Barito Timur, M Yamin, dalam Wisuda IX STT Permata Bangsa Barito di Aula Hotel Ade Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Rabu, 4 November 2026.
Osa mengapresiasi jajaran pimpinan STT Permata Bangsa Barito yang konsisten menghadirkan pendidikan tinggi di Barito Timur. Menurutnya, perguruan tinggi tersebut berperan penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter.
Ia berharap para lulusan tidak hanya bangga dengan gelar akademik yang mereka raih, tetapi juga mampu mengamalkan ilmu melalui pelayanan gereja, dunia pendidikan dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Para lulusan diharapkan tidak hanya bangga dengan gelar yang disandang, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujar Osa.
Ia menilai para lulusan memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui penguatan kehidupan kerohanian dan pembinaan karakter masyarakat.
Osa juga mendorong para wisudawan mendukung visi Barito Timur SEGAH, yakni Sejahtera, Elegan, Gigih, Amanah dan Harmonis, menuju Gumi Jari Janang Kalalawah.
Menurutnya, para lulusan dapat mengembangkan peran tersebut melalui pembinaan karakter jemaat di gereja maupun masyarakat secara luas.
“Begitu juga mereka dapat berperan dalam pembinaan karakter jemaat di gereja dan karakter masyarakat,” katanya.
Osa berharap STT Permata Bangsa Barito terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan sumber daya manusia di Barito Timur.
Ia juga mendorong perguruan tinggi tersebut menjadi mitra strategis pemerintah dalam membentuk karakter bangsa dan memperbaiki degradasi moral.
“Kita juga berharap STT Permata Bangsa Barito menjadi mitra strategis pemerintah dalam membentuk karakter bangsa dan memperbaiki degradasi moral,” tuturnya.
Wisuda IX STT Permata Bangsa Barito meluluskan 23 orang yang terdiri dari 17 sarjana pendidikan (S.Pd.), satu sarjana teologi (S.Th.) dan lima magister teologi (M.Th.).
Ketua STT Permata Bangsa Barito, Samuel Simanjuntak, memimpin prosesi wisuda bersama jajaran dosen. Acara tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Permata Barito, Kasi Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Barito Timur, perwakilan Dinas Pendidikan Barito Timur, sejumlah pimpinan gereja serta keluarga wisudawan.
Dalam sambutannya, Samuel menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni untuk merayakan keberhasilan akademik, melainkan momentum bagi para lulusan untuk membuktikan ilmu dan nilai-nilai yang mereka peroleh selama menempuh pendidikan.
Ia mengajak para lulusan memaknai tema wisuda, yakni Generasi Teologi yang Berintegritas, sebagai landasan untuk menjalani kehidupan dan pengabdian setelah menyelesaikan pendidikan.
“Hari ini adalah hari yang luar biasa, hari yang hebat dan hari yang dinanti-nantikan oleh para wisudawan. Namun, hari ini juga menjadi awal untuk membuktikan apa yang telah kalian raih dan bangun selama belajar di STT Permata Bangsa Barito,” ujar Samuel.
Samuel menjelaskan bahwa generasi teologi tidak cukup hanya ditandai dengan gelar akademik, tetapi harus tercermin melalui kehidupan yang berlandaskan iman dan kebenaran.
“Generasi teologi bukan sekadar label dan bukan sekadar gelar. Ini berbicara tentang apa yang ada di dalam diri kita, yaitu Tuhan yang kita percaya dan yang menguasai hidup kita,” katanya.
Ia berharap, para lulusan tidak hanya bangga menyandang gelar S.Th., S.Pd. maupun M.Th., tetapi juga mampu memperlihatkan nilai-nilai Kristiani melalui sikap, tindakan dan pengabdian kepada masyarakat.
Samuel juga mendorong para lulusan mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah, khususnya Kabupaten Barito Timur, serta berkontribusi lebih luas bagi bangsa.
“Kami rindu mendengar dan melihat nama-nama lulusan STT Permata Bangsa Barito berperan aktif dalam meningkatkan kemajuan daerah kita, bahkan cita-cita kami sampai kepada bangsa-bangsa,” pesannya.
Selain itu, Samuel menekankan pentingnya integritas sebagai nilai yang harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, bukan sekadar diucapkan atau dijadikan kebanggaan pribadi.
Menurutnya, integritas menjadi semakin penting di tengah berbagai pemberitaan mengenai pemimpin yang kehilangan kepercayaan masyarakat akibat tindakan yang tidak mencerminkan nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab.
“Integritas bukan sekadar kebanggaan yang bisa kita ucapkan bahwa kita adalah pribadi yang berintegritas. Integritas itu harus menjadi sesuatu yang bisa dilihat oleh orang lain dalam diri kita, melalui kehidupan yang kita jalani,” tegasnya.
Samuel mengingatkan para wisudawan bahwa gelar akademik yang mereka terima membawa tanggung jawab besar. Masyarakat akan menilai kelayakan mereka bukan hanya dari pendidikan yang ditempuh, tetapi juga dari perbuatan dan kontribusi nyata.
“Bangga menerima gelar, tetapi tanggung jawab menjadi sesuatu yang lebih penting. Kalian harus bisa menunjukkan bahwa kalian sungguh layak menerima gelar yang kalian dapatkan hari ini,” tegasnya.
Samuel menambahkan bahwa tugas lembaga pendidikan tidak berhenti ketika mahasiswa menyelesaikan studi. Ia berharap ilmu dan nilai-nilai yang telah diperoleh para lulusan terus diterapkan dalam kehidupan, pekerjaan serta pelayanan kepada masyarakat.
Menutup sambutannya, Samuel berpesan agar para lulusan terus maju sebagai generasi teologi yang mampu mencerminkan Kristus melalui kehidupan yang berintegritas.
“Pesan dari kami para dosen, maju terus, jadilah generasi teologis yang sungguh-sungguh memperlihatkan Kristus melalui hidup kita dan jangan lupa menjadi pribadi yang berintegritas,” pungkasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)









