BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Tim penyelam gabungan yang melakukan pencarian dan evakuasi korban kecelakaan helikopter Mi-17 milik Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) di perairan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil menemukan sebuah perangkat yang menyerupai black box di dalam badan helikopter.
Penemuan perangkat tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses penanganan kecelakaan helikopter Mi-17 yang jatuh di perairan sekitar Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan.
Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengungkapkan perangkat yang ditemukan tim penyelam tersebut menyerupai alat perekam penerbangan atau black box yang biasa terdapat pada pesawat sipil.
"Ya, tadi tim penyelam yang bertugas melakukan proses evakuasi telah berhasil menemukan alat semacam black box jika di pesawat penerbangan sipil," ungkap Zainul Arifin, Jumat, 6 November 2026.
Penerbad nantinya akan mengirimkan tim khusus ke lokasi kecelakaan untuk mengambil perangkat tersebut dan melakukan penelitian lebih lanjut.
Langkah itu diperlukan untuk membantu mengungkap penyebab pasti jatuhnya helikopter Mi-17 saat menjalankan misi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah.
Selain pemeriksaan perangkat, tim khusus dari Penerbad juga akan melakukan penilaian terhadap kondisi bangkai helikopter untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan proses evakuasi badan heli.
Bahaya Mendekati Bangkai Helikopter
Di tengah proses penanganan kecelakaan, Pangdam XXII Tambun Bungai mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lokasi jatuhnya helikopter Mi-17 di perairan Desa Sungai Perlu.
Peringatan tersebut disampaikan karena bangkai helikopter ternyata masih menyimpan potensi bahaya kelistrikan.
Bahkan, dalam proses evakuasi, seorang penyelam dilaporkan sempat tersengat aliran listrik ketika berada di dalam badan helikopter.
"Kami imbau masyarakat tidak mendekat karena masih berbahaya. Seperti tadi saat proses evakuasi, ada satu penyelam yang kena listrik di dalam. Padahal pesawatnya sudah kondisi mati, tetapi masih ada elektrik-elektrik yang bisa membahayakan bagi yang menyelam, mendekati, dan sebagainya," tegasnya.
Pangdam menekankan, keselamatan masyarakat dan seluruh personel yang terlibat dalam proses evakuasi harus menjadi perhatian utama.
Sementara itu, keputusan mengenai teknis pengangkatan dan evakuasi bangkai helikopter Mi-17 sepenuhnya akan menunggu hasil penilaian dari tim Penerbad.
Penemuan perangkat menyerupai black box ini diharapkan dapat membantu proses investigasi sehingga penyebab kecelakaan helikopter Mi-17 di perairan Seruyan dapat diketahui secara lebih jelas. (FAHRUL/R)









