BORNEONEWS, Palangka Raya – Industri kelapa sawit di Kalimantan Tengah menunjukkan perkembangan positif pada triwulan III 2026. Produksi crude palm oil atau CPO beserta turunannya meningkat 5,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga mengatakan, peningkatan produksi CPO tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan produksi kelapa sawit yang tercatat sebesar 1,45 persen secara tahunan.
"Produksi kelapa sawit meningkat 1,45 persen, sedangkan produksi CPO dan turunan CPO tersebut meningkat 5,24 persen," ujarnya dalam penyampaian Berita Resmi Statistik terkait Perekonomian Kalteng Triwulan III tahun 2026 pada Kamis, 5 November 2026.
Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi salah satu catatan positif dari aktivitas ekonomi Kalteng pada triwulan III 2026.
Tidak hanya dari sisi produksi, komoditas minyak sawit juga mencatat peningkatan nilai ekspor sebesar 25,47 persen dibandingkan triwulan III 2025.
Kondisi tersebut memperlihatkan kinerja komoditas sawit tetap positif di tengah melemahnya sejumlah komoditas unggulan lainnya.
"Sebagai perbandingan, produksi batu bara Kalteng justru mengalami penurunan 50,08 persen pada periode yang sama," kata Toto lagi.
Toto menjelaskan, perkembangan yang berbeda antarsektor tersebut menjadi gambaran dinamika perekonomian Kalteng. Ada sektor yang berkembang cukup baik, sementara sektor lainnya mengalami tekanan. (TESTI PRISCILLA/H)









