BORNEONEWS, Palangka Raya – Realisasi belanja pegawai pemerintah pusat yang bersumber dari APBN di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan 38,09 persen pada triwulan III 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, kondisi berbeda terjadi pada belanja pegawai yang bersumber dari APBD. Realisasinya justru mengalami penurunan sebesar 5,18 persen secara tahunan.

Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga mengatakan, peningkatan belanja pegawai APBN menjadi salah satu faktor yang mendorong aktivitas pemerintahan pada triwulan III 2026.

"Di triwulan tiga ini terjadi peningkatan aktivitas pemerintah yang disebabkan peningkatan realisasi belanja pegawai. Realisasi belanja pegawai bersumber dari APBN meningkat 38,09 persen secara year on year," kata Toto pada Kamis, 5 November 2026.

Sementara itu, belanja pegawai yang bersumber dari APBD, baik provinsi maupun kabupaten, mengalami penurunan sebesar 5,18 persen.

Menurut Toto, penurunan tersebut berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat.

"Perbedaan realisasi belanja tersebut memperlihatkan dinamika aktivitas pemerintahan di daerah," katanya.

Di satu sisi, belanja pegawai pemerintah pusat meningkat, tetapi di sisi lain belanja pegawai pemerintah daerah mengalami penurunan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu catatan BPS dalam melihat perkembangan perekonomian Kalteng pada triwulan III 2026.

Secara keseluruhan, aktivitas ekonomi daerah menunjukkan perkembangan yang beragam, bergantung pada kinerja masing-masing sektor.(TESTI PRISCILLA)