BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya personel TNI Angkatan Darat dalam kecelakaan Helikopter Mi-17V5 saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Raja Juli menyampaikan penghormatan kepada para prajurit yang mengalami kecelakaan ketika bertugas membantu penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya saudara kita yang menjalankan tugas dalam misi pemadaman karhutla. Atas nama pribadi dan Kementerian Kehutanan, saya menyampaikan penghormatan dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian mereka dalam menjalankan tugas untuk membantu penanganan karhutla," kata Raja Juli Antoni, Kamis, 5 November 2026.
Menhut tiba di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, pada Kamis, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kuala Pembuang untuk mengetahui secara langsung perkembangan penanganan kecelakaan tersebut.
Berdasarkan laporan Kementerian Kehutanan, insiden itu mengakibatkan dua personel meninggal dunia dan satu personel lainnya masih dalam pencarian hingga laporan disampaikan.
Dua korban meninggal dunia masing-masing Letkol Cpn (Anum) Dudi Firmansyah dan Kapten Cpn (Anum) Nurhafiz Akbar.
Jenazah Letkol Dudi diberangkatkan menuju Bandung, Jawa Barat, sedangkan jenazah Kapten Nurhafiz dibawa ke Semarang, Jawa Tengah, untuk diserahkan kepada keluarga.
Sementara itu, Sertu (Anum) Heri Prasetyo dilaporkan masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Selain korban meninggal dunia dan personel yang belum ditemukan, lima kru lainnya berhasil selamat dari kecelakaan tersebut.
Kelima kru itu adalah Kapten Cpn Febri, Kapten Cpn Sugand, Letda Cpn Fercis, Pratu Gilang dan Serka Kadiya.
Mereka telah dievakuasi dari Kuala Pembuang menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk memperoleh penanganan medis lanjutan.
Raja Juli menegaskan, perhatian pemerintah saat ini tertuju pada pemulihan korban selamat dan kelanjutan pencarian terhadap personel yang masih hilang.
"Saat ini yang terpenting adalah memastikan korban yang selamat mendapat perawatan terbaik dan pencarian terhadap saudara kita yang masih hilang terus dilakukan," ujarnya.
Kecelakaan helikopter tersebut terjadi pada Rabu, 4 November 2026, saat pesawat menjalankan operasi pemadaman karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting.
Helikopter Mi-17V5 diketahui lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang.
Berdasarkan informasi awal, kecelakaan diduga terjadi sekitar pukul 11.00 WIB ketika helikopter hendak mengambil air untuk mendukung operasi pemadaman.
Proses penanganan di lapangan melibatkan tim gabungan yang berkoordinasi dengan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Menhut berharap seluruh proses penanganan dapat berjalan optimal, terutama dalam memberikan pertolongan kepada korban dan menyelesaikan pencarian personel yang belum ditemukan. (*/j)









